PANGANDARAN, CEKBER.com – Musim kemarau panjang yang tak kunjung usai menjadi tantangan berat bagi banyak daerah, tak terkecuali Kabupaten Pangandaran. Menyikapi keterlambatan musim hujan yang diprediksi BMKG baru akan turun pada bulan November atau Desember, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran terus melakukan berbagai langkah strategis.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, saat memberikan keterangan terkait upaya penanganan krisis air pada Kamis 15 Oktober 2026. Ia menegaskan, pemenuhan air bersih ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga.
Ikhtiar Batin: Salat Istisqa Serentak
Sebagai langkah awal yang mengedepankan aspek spiritual, Pemkab Pangandaran telah menggelar Salat Istisqa tingkat kabupaten. Sebelumnya, instruksi untuk pelaksanaan salat minta hujan ini di tingkat kecamatan juga telah disebarkan ke masyarakat.
”Ini merupakan ikhtiar batiniah kita, meminta kepada Allah agar segera diturunkan hujan,” ujar Citra Pitriyami, seraya berharap doa bersama seluruh elemen masyarakat ini segera diijabah.
Solusi Teknis: Sumur Bor dan Distribusi Air Bersih
Di samping ikhtiar spiritual, langkah teknis di lapangan terus digenjot. Mengantisipasi kekeringan yang telah berlangsung berbulan-bulan, Pemkab bersinergi dengan berbagai pihak. Citra menjelaskan, bersama Kodim dan BNPB, pihaknya telah membangun 9 sumur bor.
Selain itu, terdapat 20 sumur bor irigasi dari Dinas Pertanian untuk mengamankan persawahan, serta 10 sumur bor yang ditempatkan strategis di dekat pemukiman sebagai sumber air baku.
Untuk tahap selanjutnya, 37 sumur bor irigasi tengah dipersiapkan agar lahan pertanian tidak mengalami puso.
Terkait distribusi air secara langsung, Citra memaparkan, enam armada mobil tangki air terus bergerak menyuplai wilayah terdampak. Bantuan armada ini merupakan hasil kerja sama lintas instansi yang melibatkan PDAM, PMI, Tagana, Dinas Sosial, BPBD, serta tambahan bantuan dari BBWS.
Inovasi Tandon Air: Investasi Jangka Panjang untuk Desa
Sebagai strategi distribusi yang lebih terukur ke depannya, Pemkab Pangandaran memfokuskan pengadaan tandon air di tingkat desa. Hal ini didasari temuan di lapangan bahwa dampak kekeringan seringkali tidak merata di seluruh kawasan desa, melainkan hanya di dusun-dusun tertentu.
”Rencananya akan ada sekitar 90 tandon air, dengan estimasi dua tandon untuk setiap desa terdampak. Jadi nanti yang terdampak bisa langsung mengambil air bersih dari tandon tersebut,” jelas Citra.
Meskipun menyadari bahwa upaya saat ini masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Citra memastikan, secara umum pasokan air bagi masyarakat Pangandaran saat ini masih berstatus aman dan dapat tercukupi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan