PANGANDARAN, CEKBER.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mulai menyalurkan pembayaran tunggakan dana jasa bagi ribuan guru ngaji yang tergabung dalam program Pangandaran Mengaji. Pencairan insentif ini diserahkan langsung oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, pada Kamis 5 November 2026.
Citra menjelaskan, penyaluran dana tersebut diperuntukkan bagi 6.234 guru ngaji yang tersebar di wilayah Kabupaten Pangandaran. Dana ini merupakan pelunasan atas tunggakan insentif yang sempat mandek atau terhenti pembayarannya pada tahun 2022 lalu. Total keseluruhan utang insentif tersebut diketahui mencapai Rp 7,5 miliar.
Pada tahap awal pencairan ini, Pemkab Pangandaran baru menyalurkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Dengan demikian, masing-masing guru ngaji menerima uang sebesar Rp 400.000, yang merupakan alokasi pembayaran untuk empat bulan. Sisa tunggakan selama delapan bulan lainnya akan terus dicicil dan diselesaikan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya selama masa kepemimpinan Bupati Citra.
Di hadapan ribuan guru ngaji, Citra menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dedikasi mereka. Ia menuturkan, meskipun para pengajar Al-Qur’an tersebut tidak mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN) dan jarang mendapatkan penghargaan formal, peran mereka di masyarakat sangatlah vital.
”Setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan, insyaallah akan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir terus menerus,” ungkap Citra.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para hadirin karena baru berkesempatan untuk bertatap muka secara langsung dan merealisasikan kewajiban pemerintah tersebut pada hari itu.
Efisiensi Anggaran dan Pembangunan Daerah
Selain berfokus pada penyelesaian tunggakan insentif, Citra juga memaparkan sejumlah capaian kinerja pemerintah daerah. Ia menyebutkan, Pemkab Pangandaran telah berhasil melakukan efisiensi anggaran sekitar Rp 158 miliar.
Anggaran yang ada turut difokuskan pada perbaikan fasilitas publik, termasuk infrastruktur jalan dan kesehatan. Di sektor infrastruktur, pemerintah telah merampungkan pembangunan jembatan di wilayah Bojong Putra Pinggan. Selain itu, tahun ini mulai dilakukan pembangunan 23 ruas jalan desa dengan menggunakan alokasi dana puluhan miliar rupiah.
Peningkatan fasilitas juga menyentuh sektor kesehatan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangandaran kini telah dilengkapi dengan ruangan khusus penanganan jantung yang dibangun dengan anggaran Rp 28 miliar.
Tidak hanya itu, rumah sakit juga telah memiliki fasilitas layanan cuci darah (hemodialisa) yang dilengkapi dengan 10 unit mesin. Keberadaan mesin tersebut diharapkan mampu melayani sekitar 80 pasien yang selama ini harus menunggu dalam daftar antrean.
Menanggapi pencairan ini, Ustadz Dadang Hadi Permana, salah seorang guru ngaji asal Desa Pangandaran, membenarkan bahwa pembayaran insentif dari pemerintah daerah memang sempat terhenti sejak 2022.
”Hampir empat tahun kami belum menerima insentif dari pemerintah daerah. Baru sekarang mulai ada pembayaran kembali,” ujar Dadang.
Meski tunggakan tersebut dibayarkan secara bertahap, Dadang mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya. Baginya, mengajar ngaji adalah bentuk keikhlasan untuk memberikan ilmu agama kepada masyarakat.
”Kalau dari pemerintah daerah memberikan insentif itu rezeki, ada perhatian buat para guru ngaji,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan