PANGANDARAN, CEKBER.com – Akses transportasi menuju kawasan wisata Pangandaran bagi pengguna kereta api segera bertambah. Perum DAMRI berencana menghadirkan layanan shuttle yang menghubungkan Stasiun Banjar dengan kawasan wisata Pangandaran mulai November 2026.

Layanan transportasi ini disiapkan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan yang datang menggunakan kereta api, sehingga perjalanan dari stasiun menuju destinasi wisata dapat berlangsung lebih praktis.

Kabid Industri Pariwisata, Investasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Riko Agung Purnama, membenarkan rencana pengoperasian shuttle tersebut.

“Betul, shuttle DAMRI akan dioperasionalkan dari dan menuju Stasiun Banjar ke Pangandaran. Tentunya kami bekerja sama dengan Perum DAMRI, Pemkot Banjar, KADIN Banjar dan Grand Pangandaran,” kata Riko melalui pesan WhatsApp, Kamis 5 November 2026.

Menurutnya, layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026. Meski demikian, jadwal peluncuran secara resmi masih dalam tahap finalisasi. “Direncanakan bulan November, untuk tanggalnya belum dipastikan,” ujarnya.

Dua Unit Kendaraan Disiapkan

Pada tahap awal, DAMRI akan mengoperasikan dua unit kendaraan dengan kapasitas maksimal 14 penumpang untuk setiap unit.

Sistem perjalanan menggunakan pola antarjemput dengan titik naik dan turun yang telah ditentukan. Di kawasan Pangandaran, penumpang dapat naik maupun turun di Ruko Carita, Grand Pangandaran.

Sementara di Kota Banjar, titik pemberhentian shuttle berada di kawasan rest area. Dari lokasi tersebut, perjalanan penumpang menuju Stasiun Banjar akan dilanjutkan menggunakan angkutan penyambung yang disediakan Pemerintah Kota Banjar.

“Pemkot Banjar menyediakan angkutan penyambung dari rest area menuju Stasiun Banjar,” jelas Riko. Skema tersebut diharapkan dapat membangun konektivitas transportasi yang lebih terintegrasi, khususnya bagi wisatawan yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama menuju Pangandaran.

Tarif Shuttle Rp 80 Ribu

Untuk tarif perjalanan, DAMRI menetapkan harga Rp 80.000 per penumpang untuk rute Stasiun Banjar menuju Pangandaran maupun sebaliknya.

Adapun penumpang yang menggunakan angkutan penyambung dari rest area menuju Stasiun Banjar dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 10.000.

Dengan demikian, wisatawan perlu menyiapkan anggaran transportasi sebesar Rp 90.000 apabila menggunakan layanan shuttle DAMRI sekaligus angkutan penyambung menuju stasiun.

Diharapkan Dongkrak Kunjungan Wisata

Riko berharap kehadiran shuttle DAMRI dapat menjadi solusi transportasi lanjutan bagi wisatawan, terutama mereka yang berasal dari luar daerah dan memilih perjalanan menggunakan kereta api.

Menurutnya, kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Selain meningkatkan jumlah kunjungan, layanan tersebut juga diharapkan mampu mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran.

“Harapannya dapat memudahkan wisatawan yang akan berkunjung. Sehingga kunjungan wisatawan dan lama tinggal di Pangandaran bisa meningkat,” ucapnya.