PANGANDARAN, CEKBER.com – Pasca anjloknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, TNI bersama masyarakat bergerak melakukan pembersihan dan perbaikan jembatan, Kamis 3 September 2026.
Jembatan tersebut sebelumnya mengalami anjlok saat prosesi peresmian pada Minggu sore lalu. Kondisi itu berdampak terhadap akses warga yang selama ini menggunakan jembatan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Personel TNI dari Kodim 0625/Pangandaran bersama warga bergotong royong membersihkan area jembatan sekaligus melakukan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan.
Selain membantu perbaikan, TNI juga menyalurkan bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat sekitar. Bantuan tersebut terutama diberikan kepada para seniman yang turut terdampak akibat terganggunya akses di kawasan tersebut.
Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengatakan, pihaknya turut prihatin atas kejadian anjloknya jembatan. Namun, ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi ajang saling menyalahkan.
“Kita turut prihatin atas kejadian itu, dan kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali apa yang terjadi,” ujar Citra kepada wartawan di sekitar Jembatan Gantung Pongpet.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pembangunan maupun perbaikan jembatan. Faktor keamanan dan kualitas konstruksi, kata dia, harus menjadi perhatian utama.
“Kita lakukan evaluasi. Dan akan kami perbaiki untuk ke depannya. Sehingga faktor keamanan dan kualitas akan terus kami tingkatkan,” katanya.
Citra menegaskan, keberadaan Jembatan Pongpet bukan sekadar fasilitas penghubung antarwilayah. Jembatan tersebut menjadi akses penting bagi berbagai aktivitas warga, mulai dari anak sekolah, petani hingga masyarakat yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan.
“Jadi, di balik penyesalan saya dan kita stop untuk saling menyalahkan, ada anak-anak sekolah, petani, warga yang sakit yang membutuhkan akses ini,” ucapnya.
Ia mengatakan, Kodim 0625/Pangandaran berkomitmen meningkatkan kualitas serta aspek keselamatan konstruksi dalam proses perbaikan jembatan.
Pelaksanaannya, kata Citra, akan dikoordinasikan bersama instansi terkait serta pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi jembatan.
“Jadi, kami dari Kodim Pangandaran akan memperbaiki jembatan gantung ini dengan meningkatkan kualitas ataupun keamanan dari konstruksi tersebut,” ujarnya.
Citra kembali mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong memulihkan akses Jembatan Pongpet agar dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
“Sekali lagi kita mengajak, mari bersama-sama untuk bangkit membangun kembali akses ini. Sehingga dapat digunakan anak-anak sekolah, petani dan warga lainnya,” katanya.
DPRD Dorong Pembangunan Jembatan Permanen
Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin turut meninjau kondisi Jembatan Gantung Pongpet. Ia menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut.
Asep mengatakan, DPRD akan menindaklanjuti kondisi jembatan tersebut kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengapresiasi respons pemerintah provinsi terhadap kebutuhan masyarakat Pangandaran.
“Kami saat ini datang untuk melakukan pengecekan dan selanjutnya akan kami tindak lanjuti kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Tentunya senang dengan adanya respons cepat dari KDM dengan kebutuhan masyarakat di Pangandaran,” ujar Asep.
Menurut Asep, terdapat rencana pembangunan jembatan baru pada 2027. Jembatan tersebut diharapkan tidak hanya bisa dilalui pejalan kaki, tetapi juga kendaraan roda dua dan roda empat.
“Ini harapan kita semua. Selain akses jalan jauh karena perkampungan, saat terwujud dengan adanya jembatan yang multifungsi, bisa menjadi akses perekonomian juga wisata,” katanya.
Asep menilai pembangunan jembatan permanen akan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat Margacinta. Terlebih, kawasan tersebut menjadi salah satu akses menuju perkampungan adat serta kesenian Badud khas Margacinta.
“Apalagi ini jalur ke lokasi perkampungan adat kesenian Badud khas Margacinta,” ujarnya.
Ia berharap jembatan yang nantinya dibangun memiliki konstruksi yang layak dan aman sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
“Kalau jembatannya bagus, layak, tentu akan menjadi jembatan perekonomian masyarakat, adanya peningkatan ekonomi,” kata Asep.
Asep berharap kejadian anjloknya Jembatan Pongpet menjadi bahan evaluasi sekaligus rujukan bagi pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan jembatan yang lebih representatif.
“Semoga ini menjadi rujukan kepada Gubernur untuk segera dibangun jembatan agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat bisa tercapai,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan