PANGANDARAN, CEKBER.com – Dalam rangka menyambut perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Bupati Citra Pitriyami melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Presidium Pemekaran, Supratman, pada Selasa 20 Oktober 2026. Kunjungan ini menjadi momen refleksi perjalanan daerah selama lebih dari satu dekade sekaligus membahas arah kebijakan strategis pembangunan ke depan.
Rombongan Bupati tiba menggunakan bus dinas Pemkab Pangandaran dan disambut hangat secara langsung oleh Supratman di halaman rumahnya. Pertemuan yang diselingi canda tawa serta pengenalan kerabat ini menunjukkan sinergi yang harmonis antara pemimpin daerah dan tokoh perintis otonomi daerah tersebut. Di ruang tamu yang sederhana namun hangat dengan suguhan parsel buah, diskusi mendalam pun mengalir.
Refleksi 14 Tahun: Profesionalisme dan Efisiensi Anggaran
Di usia Kabupaten Pangandaran yang menginjak 14 tahun, Bupati Citra menegaskan komitmen pemerintahannya dalam menata keuangan daerah. Di sela-sela perbincangan, ia menyoroti pentingnya “efisiensi anggaran” sebagai langkah kunci agar pembangunan berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Merespons visi tersebut, Supratman mengingatkan bahwa efisiensi harus dibarengi dengan peningkatan profesionalisme di tubuh birokrasi. Ia menyarankan agar penempatan pejabat dan Kepala Dinas murni didasarkan pada kompetensi, bukan kedekatan personal.
”Semua ini harus ada profesionalitas. Jadi jangan karena dekat dipakai Kepala Dinas apa. Nanti harus diambil secara profesional, si A yang dipromosikan harus membuat rencana kerja, kita uji satu tahun bagus apa tidak,” tegas Supratman.
Menjaga Keseimbangan: Pariwisata Sebagai Lokomotif, Petani Tetap Prioritas
Menjelang peringatan Milangkala ini, Supratman juga menyoroti sektor ekonomi. Meski pariwisata saat ini menjadi lokomotif utama yang berada di garis depan, ia meminta Pemkab tidak melupakan sektor-sektor penopang lainnya, khususnya pertanian.
”Petani di Pangandaran itu lebih banyak daripada nelayan,” ungkap Supratman memberikan pandangannya. Oleh karena itu, ia mendorong pemaksimalan infrastruktur pengairan, seperti keberadaan tiga bendungan yang sudah ada serta rencana penambahan daya tampung, demi meminimalisasi risiko kekeringan yang kerap menghantui sawah warga.
PR Besar Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia
Lebih jauh, evaluasi pembangunan Pangandaran ini menyentuh cita-cita besar menjadikan daerah tersebut sebagai destinasi pariwisata bertaraf internasional. Menurut Supratman, Pangandaran masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak untuk mencapai standar global.
”Kalau kita bicara bagaimana Pangandaran menjadi pariwisata yang mendunia, itu masih jauh. Kelas-kelas dunia harus turun di Pangandaran. Sekarang hotel internasional bintang 5 belum ada, rumah sakit internasional ke Singapura juga belum ada,” urai Supratman.
Silaturahmi ini menegaskan bahwa perayaan Milangkala ke-14 Pangandaran tidak sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk terus berbenah, menyeimbangkan pembangunan antara pariwisata dan kesejahteraan rakyat, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang semakin profesional.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan