PANGANDARAN, CEKBER.com – Sebanyak 154 kuda pacu dari berbagai daerah di Indonesia akan bersaing memperebutkan total hadiah Rp1 miliar dalam Kejuaraan Nasional Seri I Indonesia Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, pada Minggu 26 Juli 2026. Ajang tersebut menjadi pembuka perebutan poin menuju Piala Presiden 2026.

Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 itu merupakan salah satu agenda paling bergengsi dalam kalender pacuan kuda nasional. Legok Jawa dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi satu-satunya gelanggang pacuan kuda di Indonesia yang berada di tepi pantai, dengan panorama Samudera Hindia sebagai latar lintasan.

CEO SARGA.CO, Nugdha Achadie, mengatakan, penyelenggaraan Indonesia Derby 2026 telah dipersiapkan bersama Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI). Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menyajikan kompetisi olahraga, tetapi juga pengalaman wisata bagi penonton.

“Kami ingin memberikan pengalaman menyaksikan pacuan kuda sambil menikmati keindahan laut Pangandaran. Indonesia Derby tahun ini kami kemas sebagai perpaduan olahraga dan hiburan,” kata Nugdha, Kamis 23 Juli 2026.

Peserta berasal dari berbagai provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Selatan.

8 Kelas Utama

Sebanyak delapan kelas utama akan menjadi bagian dari Kejurnas Seri I. Poin yang diperoleh para juara akan diakumulasikan dengan Seri II untuk menentukan Juara Umum Piala Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2026.

Sorotan utama tertuju pada kelas Derby 3 Tahun jarak 2.000 meter yang memperebutkan hadiah Rp250 juta. Sejumlah kuda unggulan seperti Nara Eclipse, Monochrome, Zilong Rimboka, Aurora of Khalim, King Asva, P. Putra Borneo, P. Putri Barbara, Suntora Berjaya, dan Emmera Sakti PM dipastikan bersaing memperebutkan gelar Indonesia Derby 2026.

Persaingan juga diprediksi berlangsung ketat di Kelas Remaja dengan hadiah Rp125 juta yang mempertemukan Kana Eclipse dari Sulawesi Utara dan Fiona of Khalim dari Jawa Barat. Sementara itu, Kelas Kuda Pemula A/B usia dua tahun akan diikuti Clover the King, Marino the King, dan Farina Eclipse untuk memperebutkan hadiah Rp100 juta.

Di Kelas 4 Tahun A/B, Princess Gavi dari Jawa Barat akan bersaing dengan Kashmir BB dari Papua Selatan serta Romantic Spartan dari Sumatera Barat untuk memperebutkan predikat kuda dewasa terbaik.

Ketua Umum PP PORDASI Aryo PS Djojohadikusumo mengatakan, Indonesia Derby merupakan salah satu kejuaraan terpenting dalam kalender pacuan kuda nasional. Tahun ini, ajang tersebut memasuki penyelenggaraan ke-60.

Menurut Aryo, tingginya partisipasi daerah yang mengirimkan kuda-kuda terbaik menunjukkan pembinaan olahraga pacuan kuda di Indonesia terus berkembang dan semakin kompetitif.

Selain perlombaan, panitia mengusung konsep Summer Race, yakni festival pacuan kuda di tepi pantai yang dipadukan dengan hiburan. Acara akan dimeriahkan oleh Surya Insomnia, Ananda Omesh, Imam Darto, dan Angga Nggok yang tergabung dalam Podkesmas.

Sementara itu, VP Marketing & Operation SARGA.CO Kevin Jonathan mengatakan, konsep tersebut terinspirasi dari karakter unik Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa yang berada di kawasan pesisir Pangandaran. Menurutnya, penyelenggara ingin menghadirkan suasana akhir pekan yang memadukan olahraga, hiburan, dan wisata alam.

Panitia menyediakan area reguler yang dapat diakses tanpa tiket. Sementara itu, tiket tribun dijual mulai Rp65 ribu, sedangkan tiket Hill View dibanderol Rp750 ribu untuk pembelian secara daring dan Rp1 juta untuk pembelian langsung di lokasi. Tiket anak-anak mendapat potongan harga 50 persen.

Indonesia Derby 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia’s Horse Racing (IHR) bertema Race to the World Stage, yang diinisiasi SARGA.CO bersama PP PORDASI sebagai upaya meningkatkan standar pacuan kuda nasional menuju level internasional sekaligus memperkuat Pangandaran sebagai destinasi sport tourism.