BERITA PANGANDARAN – Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) diperingati sebagai momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko, pencegahan dan penanganan penyakit paru kronis tersebut.
PPOK merupakan penyakit yang bersifat progresif dan dapat memburuk apabila tidak ditangani dengan tepat.
Dalam edukasi yang dibagikan melalui media sosial, RSUD Pandega Pangandaran menjelaskan sejumlah fakta mengenai PPOK.
Penyakit ini mencakup kondisi seperti emfisema dan bronkitis kronis, yang menyebabkan gangguan pernapasan jangka panjang.
Merokok disebut sebagai faktor risiko terbesar, meskipun paparan polusi udara, asap rokok pasif dan bahan kimia tertentu juga dapat menjadi penyebab.
Gejala utama yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas, batuk kronis, produksi dahak berlebih, hingga mudah merasa lelah.
Meski demikian, PPOK dapat dicegah melalui berhenti merokok, mengurangi paparan polusi, serta mendapatkan perawatan medis secara rutin.
RSUD Pandega mengimbau masyarakat yang mengalami gejala atau membutuhkan saran terkait masalah pernapasan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.
Berikut daftar dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Pandega beserta jadwal praktiknya:
● dr. Erisanti Nurfarida, Sp.PD – Selasa dan Rabu
● dr. Fenandri Fadilah Fedrizal, Sp.PD – Senin hingga Sabtu
● dr. Dani Pernata, Sp.PD – Senin hingga Jumat
Adapun jadwal pelayanan pendaftaran:
● Senin-Kamis: 07.00-11.00 WIB
● Jumat: 07.00-10.00 WIB
● Sabtu: 07.00-10.30 WIB
RSUD Pandega mengajak masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan tetap menjaga kualitas hidup. “Salam sehat dan bahagia,” tulis pihak rumah sakit.
