JAKARTA – Masyarakat diingatkan untuk tidak takut melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memahami akses layanan perlindungan yang tersedia. Keberanian melapor dan kepedulian lingkungan dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah kekerasan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana di Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Lenny Yunengsih, S.Sos., M.M., dalam kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Tahun 2026 di Gedung Limkos DKI Jakarta, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa 13 Oktober 2026.
Dalam pemaparannya, Lenny menjelaskan, kekerasan dapat berbentuk fisik, psikis, maupun seksual. Karena itu, masyarakat perlu mengenali bentuk-bentuk kekerasan sekaligus mengetahui jalur pelaporan agar korban dapat segera memperoleh bantuan.
“Masyarakat bisa menyampaikan pengaduan melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), 44 Pos Pengaduan Kecamatan, Hotline PPAPP di nomor 0813-1761-7622, serta layanan darurat 112,” kata Lenny.
Lenny menegaskan, korban berhak memperoleh perlindungan tanpa terhambat persoalan domisili yang tercantum dalam kartu tanda penduduk (KTP).
Ia juga mengingatkan, pelaku kekerasan terhadap anak tidak selalu berasal dari lingkungan luar. Orang-orang terdekat korban pun dapat menjadi pelaku, sehingga pengawasan, kewaspadaan, dan kepedulian keluarga serta masyarakat sangat diperlukan.
Penguatan Keluarga melalui Program Bangga Kencana
Edukasi perlindungan perempuan dan anak tersebut menjadi bagian dari sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Kegiatan ini turut menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama, S.I.P., M.H., serta Pelaksana Tugas Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, Anita Latifah, S.Si., M.H.
Dalam pemaparannya, Surya Utama membahas keterkaitan antara pengelolaan kependudukan dan pembangunan keluarga. Sementara itu, Anita Latifah menjelaskan, program Kemendukbangga/BKKBN mencakup berbagai aspek, mulai dari pengendalian penduduk hingga pelayanan keluarga berencana.
Pelaksanaan program tersebut membutuhkan dukungan pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat agar berbagai layanan serta edukasi dapat menjangkau keluarga secara lebih efektif.
Rangkaian sosialisasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, dan foto bersama peserta.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami akses layanan perlindungan perempuan dan anak serta berani melaporkan dugaan kekerasan melalui saluran resmi.
Edukasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan