PANGANDARAN, CEKBER.com – Kasus stroke masih menjadi salah satu penyebab kecacatan terbesar di Indonesia. Untuk mengedukasi masyarakat terkait penanganan yang tepat, RSUD Pandega Pangandaran menggelar program rutin bertajuk NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan).

​Mengangkat tema spesifik “Bicara Mendadak Pelo? Waspada Stroke!”, acara ini menghadirkan dr. Nata Sanjaya, S.H., Sp.N., selaku Dokter Spesialis Saraf RSUD Pandega Pangandaran. Melalui unggahan di akun Instagram resmi @rsud_pangandaran, dr. Nata membeberkan fakta penting yang wajib Anda ketahui agar tidak salah langkah dalam menangani serangan stroke.

​Mitos Menyesatkan: Jangan Ditusuk atau Dipijat!

​Di tengah masyarakat, masih banyak warga yang percaya bahwa menusuk jari atau telinga pasien stroke menggunakan jarum bisa menyembuhkan kondisinya. Padahal, ini sangat salah kaprah! Menurut dr. Nata, masalah utama stroke adalah sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak, bukan di ujung jari atau telinga.

Selain itu, kepala pasien stroke tidak boleh dipijat dengan harapan menyembuhkan. Otak yang berada di dalam tulang tengkorak yang keras tentu tidak akan terpengaruh oleh pijatan dari luar. Jika pasien mengalami gejala, jangan pula dikerok, diberi makan/minum sembarangan saat tersedak, atau sekadar menunggu di rumah dengan harapan bisa membaik sendiri.

Kenali Gejalanya dengan Singkatan “SeGeRa Ke RS”

​Stroke adalah serangan mendadak karena sel otak tidak mendapat pasokan darah dan oksigen. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala berikut, segera bertindak:

– ​Senyum tidak simetris atau mencong secara tiba-tiba.

– ​Gerak separuh anggota tubuh melemah seketika.

– ​BicaRa pelo, tidak nyambung, atau tiba-tiba tidak bisa bicara.

– ​Kebas atau kesemutan pada separuh bagian tubuh.

– ​Rabun atau pandangan menjadi kabur secara mendadak.

– ​Sakit kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, seringkali disertai gangguan keseimbangan.

Waktu Emas Penanganan Hanya 4 Jam!

​Penanganan stroke sangat berpacu dengan waktu. Jaringan otak akan mati secara permanen jika dibiarkan tanpa aliran darah lebih dari 4 jam.

​”Maksimal 4 jam sejak kejadian, pasien harus sudah berada di rumah sakit,” tegas dr. Nata. Jika terlambat dan sumbatan telanjur meluas, angka kecacatan akan semakin parah dan kerusakan otak tidak bisa diselamatkan lagi. Oleh karena itu, jangan pernah menunda pergi ke IGD rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke.

Rokok Harus Stop Total, Bukan Sekadar Dikurangi

​Untuk pencegahan ke depannya, sangat penting mengelola faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, gula darah, dan kolesterol. Gaya hidup sehat, aktivitas fisik rutin, dan cek kesehatan berkala adalah kuncinya. Khusus bagi para perokok, dr. Nata memberikan peringatan keras bahwa kebiasaan merokok harus dihentikan secara total, bukan sekadar dikurangi jumlah batang per harinya.