​PANGANDARAN, CEKBER.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangandaran Asep Noordin, mendesak pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk melakukan mitigasi bencana secara rutin dan menyeluruh.

Hal ini menyusul insiden dahan pohon tumbang di Dusun Cikopeng, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia, Selasa malam.

​Asep menegaskan, keamanan (security) dan kenyamanan (hospitality) adalah pilar utama bagi Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata berbasis alam. Ia meminta agar langkah mitigasi tidak hanya bersifat momentum.

​Kendala Regulasi Pemangkasan

​Dalam rapat koordinasi, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Pangandaran Nay Suryana mengungkapkan, sejumlah kendala teknis yang dihadapi di lapangan, terutama terkait regulasi dari pemerintah pusat.

​Menurut Nay, upaya pemangkasan pohon di sepanjang jalur nasional seringkali terbentur pada arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

​”Sebelumnya kita pernah melakukan pemangkasan, namun tidak maksimal karena adanya arahan dari Kementerian PUPR. Kita tidak diperbolehkan memangkas terlalu banyak,” ungkap Nay Suryana dalam rapat tersebut, Rabu 25 Maret 2026.

​Nay menambahkan, pembatasan tersebut berakar dari insiden di masa lalu di mana pemangkasan berlebih dianggap justru merusak atau mematikan pohon. Hal ini membuat proses perizinan pemangkasan di jalur nasional menjadi semakin ketat dan sulit.

​”Padahal kami sudah mewanti-wanti bahwa pohon-pohon di jalur tersebut harus selalu di-pruning (dipangkas). Saat ini, yang rutin melakukan pemangkasan praktis hanya dari pihak PLN karena terkait jaringan listrik,” tambahnya.

​Langkah Mitigasi Lintas Sektor

​Menanggapi kendala tersebut, Asep Noordin menyatakan, pihak legislatif akan bersurat secara resmi kepada Kementerian PUPR dan instansi terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan kepastian hukum bagi petugas di lapangan agar bisa melakukan tindakan pencegahan tanpa melanggar regulasi.

​”Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PUPR dan pada prinsipnya mereka mempersilakan langkah pengamanan ini demi keselamatan warga. Kami akan memperkuatnya dengan surat resmi,” jelas Asep.

​Asep berharap sinergi antara DPRD, BPBD, Tagana dan kementerian terkait dapat segera mewujudkan pembersihan pohon-pohon rawan tumbang di titik-titik rawan seperti jalur Cikembulan-Sukaresik.

​”Jangan menunggu ada korban lagi baru kita beraksi. Mitigasi harus direncanakan dengan baik agar masyarakat dan wisatawan merasa tenang,” ucapnya.