PANGANDARAN – Di tengah pesatnya pembangunan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, seorang pengusaha lokal bernama Haji Lilih membuktikan bahwa kemandirian finansial masa tua bisa dibangun dari kesabaran mengelola alam.
Melalui Mergag Farm di Cijulang, ia berhasil mengubah lahan gambut marginal menjadi ekosistem pertanian terpadu (integrated farming) yang produktif.
Strategi ini bukan sekadar hobi, melainkan investasi jangka panjang yang kini mulai membuahkan hasil manis bagi sang pemilik.
Transformasi Lahan dan Strategi ‘Gaji Bulanan’
Perjalanan Mergag Farm dimulai pada November 2016. Dengan bantuan alat berat untuk menata struktur tanah gambut, Haji Lilih menanam ribuan bibit kelapa jenis genjah yang kini telah memasuki masa panen sempurna.
Dari udara, hamparan hijau ini tampak kontras dan asri, memberikan dampak ekologis positif bagi wilayah Cijulang.
Bagi Haji Lilih, keberhasilan ini adalah bentuk nyata kemandirian finansial. Hasil panen kelapa yang rutin setiap bulan memberikan arus kas yang stabil, layaknya gaji bagi seorang pegawai.
”Alhamdulillah, kelapanya sudah bisa panen dengan sempurna untuk menyambut masa tua saya. Jadi kelapa ini bisa menghasilkan untuk menggaji saya tiap bulan untuk biaya hidup,” ujar Haji Lilih dengan nada syukur.
Integrasi Perkebunan dan Peternakan Modern
Tak hanya mengandalkan sektor perkebunan, Haji Lilih juga menerapkan konsep One Stop Living dengan mengintegrasikan peternakan skala besar di dalam kawasan yang sama.
- Peternakan Ayam: Terdapat 12 kandang ayam broiler (pedaging) dengan populasi mencapai 6.000 ekor per kandang.
- Siklus Panen: Unit peternakan ini memiliki siklus panen yang cepat, yakni setiap 31 hingga 33 hari sekali.
- Diversifikasi: Selain ayam, kawasan ini juga dilengkapi dengan peternakan sapi, domba, serta kolam ikan.
Keunikan Kelapa Genjah dan Potensi Wisata
Salah satu daya tarik teknis di Mergag Farm adalah penggunaan varietas kelapa genjah. Meski pohonnya pendek, buah yang dihasilkan sangat lebat dan berukuran normal, sehingga memudahkan proses pemeliharaan serta panen.
Awalnya, terdapat sekitar 1.700 pohon yang ditanam. Namun, demi memperkuat integrasi bisnis, sekitar 100 pohon dikonversi menjadi area kandang ayam, menyisakan sekitar 1.600 pohon yang tetap produktif hingga saat ini.
Kisah Haji Lilih dan Mergag Farm menjadi prototipe bagi pertanian berkelanjutan. Terletak strategis di dekat Jembatan Gantung Batukaras, lokasi ini tidak hanya menjadi aset ekonomi, tetapi juga oase hijau yang menginspirasi siapa saja yang ingin mempersiapkan masa pensiun dengan berakar pada kekayaan alam lokal.
