PANGANDARAN, CEKBER.com – Mencuci tangan mungkin terdengar seperti rutinitas sederhana yang seringkali diabaikan. Padahal, kebiasaan sepele ini merupakan garda terdepan dalam mencegah berbagai penyakit menular.
Menyadari pentingnya hal tersebut, RSUD Pandega Pangandaran telah menggelar program edukasi rutin NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) dengan tema yang diangkat adalah “Jangan Sepelekan Cuci Tangan, Ini Dampaknya Bagi Kesehatan”.
Tangan Bersih Belum Tentu Bebas Kuman
Edukasi yang berlangsung di ruang tunggu poli rawat jalan ini menghadirkan Yudi Trisna Krisnandi, S.Kep., Ners, selaku Perawat Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSUD Pandega Pangandaran sebagai narasumber. Di hadapan para pasien dan pengunjung, Yudi mematahkan mitos yang banyak dipercaya masyarakat: tangan yang terlihat bersih pasti bebas dari kuman.
”Tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kuman,” tegas Yudi. “Kuman tidak terlihat oleh mata, jadi kita tidak bisa hanya mengandalkan penglihatan untuk memastikan tangan kita benar-benar bersih.”
Faktanya, tangan adalah perantara utama penyebaran berbagai kuman, bakteri, dan virus. Saat kita menyentuh benda-benda di tempat umum, seperti gagang pintu, meja, uang, telepon, atau bahkan ponsel sendiri, kita berpotensi memindahkan kuman dari benda tersebut ke tangan kita.
Rantai Penularan yang Tak Kasat Mata
Bahaya mengintai saat kita menyentuh area wajah—terutama mata, hidung, dan mulut—atau makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Kuman dengan mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Penularan juga bisa terjadi melalui sentuhan langsung dengan orang lain, misalnya saat bersalaman.
Risiko ini semakin besar bagi mereka yang sedang sakit atau memiliki sistem imun yang lemah. Lingkungan rumah sakit, dengan interaksi yang intens antara pasien, pengunjung, dan tenaga kesehatan, menjadi tempat yang rentan terhadap penyebaran infeksi jika kebersihan tangan tidak dijaga.
6 Langkah Cuci Tangan yang Benar
Lalu, bagaimana cara mencuci tangan yang benar agar efektif membasmi kuman? Yudi memaparkan 6 langkah cuci tangan yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia:
- Ratakan sabun di kedua telapak tangan
- Gosok punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan dan sebaliknya
- Gosok kedua telapak tangan dan sela-sela jari
- Gosok punggung jari-jari dengan posisi saling mengunci
- Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya
- Gosokkan dengan memutar ujung jari-jari di telapak tangan
Durasi mencuci tangan yang ideal dengan sabun dan air mengalir adalah 40 hingga 60 detik. Jika menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol, pastikan untuk menggosokkannya ke seluruh permukaan tangan hingga kering, biasanya sekitar 20 hingga 30 detik.
Jadikan Cuci Tangan sebagai Budaya
Yudi menyebutkan, mencuci tangan bukan hanya sekadar tindakan medis, melainkan kebiasaan hidup sehat yang harus diterapkan setiap hari. Beberapa momen krusial untuk mencuci tangan antara lain:
- Sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan.
- Sebelum makan.
- Setelah menggunakan toilet.
- Setelah mengganti popok atau membersihkan anak yang baru menggunakan toilet.
- Setelah batuk, bersin, atau membuang ingus.
- Setelah menyentuh hewan peliharaan atau kotorannya.
- Sebelum dan setelah menjenguk orang sakit di rumah sakit atau fasilitas kesehatan.
Jangan tunggu sampai tangan Anda terlihat kotor baru mencucinya. Terapkan 6 langkah cuci tangan yang benar dan jadikan sebagai budaya demi melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar kita.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kesehatan dan layanan RSUD Pandega Pangandaran, dapat mengakses media sosial resmi rumah sakit tersebut atau menghubungi Information Center di (0265) 7503044.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan