PANGANDARAN, CEKBER.com – Implementasi layanan bus pengumpan atau shuttle bus bagi wisatawan di Pangandaran belum berjalan mulus. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengakui adanya sejumlah kendala teknis dan manajerial yang membuat layanan tersebut kurang optimal selama masa libur panjang pekan ini.
Citra menyebutkan, rendahnya pengetahuan wisatawan mengenai keberadaan shuttle bus menjadi salah satu faktor utama. “Ini mungkin kekurangan dari kami. Masih banyak yang belum tahu ada shuttle bus. Mereka mengira harus jalan kaki jauh, padahal ada fasilitas itu,” kata Citra, Kamis 26 Maret 2026.
Terjebak Kemacetan di Hari Senin
Citra juga menyoroti peristiwa “Senin Padat” yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas. Ironisnya, armada shuttle bus yang seharusnya menjadi solusi mobilitas justru ikut terjebak dalam kemacetan parah akibat volume kendaraan yang tidak seimbang.
”Kemarin (Senin) memang posisinya lama karena crowded itu. Jadi shuttle bus pun ikut terkena macet. Ini yang membuat waktu tunggu menjadi sangat lama,” tambahnya.
Minim Armada, Bupati Pasang Badan
Bupati juga mengakui adanya ketimpangan antara jumlah armada yang tersedia dengan total volume wisatawan. Saat ini, Pemkab Pangandaran hanya mengoperasikan 12 unit bus, jumlah yang sangat tidak sebanding dengan arus masuk wisatawan yang sempat menyentuh angka 104.000 orang dalam sehari.
”Jelas kurang seimbang. Kita hanya punya 12 bus, sedangkan wisatawannya sebanyak itu. Sebagai pemimpin, saya yang salah. Mungkin SDM kami kurang, koordinasi saat itu juga kurang baik,” tegas Citra secara ksatria mengakui kegagalan koordinasi antar-lini.
Upaya Perbaikan: Woro-woro dan One Way
Sebagai langkah evaluasi, Citra memastikan petugas di lapangan kini lebih proaktif melakukan sosialisasi atau “woro-woro” kepada wisatawan di setiap titik parkir. Skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) juga dievaluasi kembali agar armada shuttle bus memiliki jalur khusus atau prioritas guna menghindari kejadian serupa.
Meski masih banyak kekurangan, Citra optimis pariwisata Pangandaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fokus Pemkab kini adalah memperbaiki infrastruktur pendukung agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga di tengah lonjakan kunjungan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan