PANGANDARAN, CEKBER.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Pangandaran merilis laporan terbaru mengenai posisi Kas Umum Daerah (RKUD). Hingga Jumat 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, saldo rekening kas umum daerah tercatat berada di angka Rp 31.013.093.565,00.
Berdasarkan data yang dihimpun, posisi kas awal pada 24 April 2026 tercatat sebesar Rp 10.357.454.590,00. Dalam periode 24 April hingga 7 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Pangandaran membukukan pendapatan total sebesar Rp 78.943.960.501,00.
Rincian Pendapatan Daerah
Sektor pendapatan didominasi oleh beberapa komponen utama, antara lain:
- Dana Alokasi Umum (DAU): Rp 41,91 miliar
- Bantuan Keuangan Provinsi: Rp 20,32 miliar
- Pendapatan Asli Daerah (PAD): Terdiri dari Retribusi dan PAD lainnya sebesar Rp 3,55 miliar, serta Pajak Daerah Rp 2,70 miliar.
- Dana Bagi Hasil: Dari Provinsi sebesar Rp 7,66 miliar dan Pusat Rp 2,06 miliar.
- Opsen Pajak Kendaraan: Rp 717,56 juta.
Realisasi Belanja Daerah
Di sisi pengeluaran, realisasi belanja Kabupaten Pangandaran pada periode yang sama mencapai Rp 58.288.321.526,00. Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk:
- Belanja Pegawai: Rp 25,36 miliar
- Belanja Barang dan Jasa: Rp 19,02 miliar
- Belanja Bantuan Keuangan (ADD): Rp 4,29 miliar
- Belanja Modal: Rp 1,16 miliar
Selain itu, terdapat alokasi untuk belanja uang persediaan sebesar Rp 2,93 miliar, belanja bagi hasil Rp 1,93 miliar, serta belanja pembiayaan Rp 2,6 miliar. Komponen belanja lainnya mencakup bunga pinjaman, hibah, dan belanja tidak terduga dengan nilai yang bervariasi.
Laporan ini merupakan bagian dari transparansi publik BKAD Pangandaran dalam mengelola keuangan daerah. Selain memaparkan data finansial, pemerintah setempat juga terus mempromosikan sektor pariwisata dengan jargon “Pangandaran Hebat” untuk menarik wisatawan berkunjung ke daerah pesisir Jawa Barat tersebut.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan