PANGANDARAN, CEKBER.com – Insiden kecelakaan laut yang menimpa satu keluarga di kawasan Pantai Timur, Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran, berakhir duka. Muhammad Lutfi (14), pelajar yang dilaporkan hilang terseret arus pada Jumat pagi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat malam.
Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan dan warga nelayan setempat melakukan upaya pencarian intensif dengan metode pemasangan jaring di sekitar lokasi kejadian.
Kronologi Upaya Penyelamatan
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 08.30 WIB di area belakang Akuarium Indonesia, sebuah zona yang dikenal warga sebagai pesisir Cileutik. Saat itu, korban bersama saudaranya, Muhammed Hairan Azam (11), dan seorang kerabat berusia 16 tahun sedang bermain di bibir pantai.
Situasi berubah mencekam ketika Muhammed Hairan Azam terseret arus ke tengah laut. Melihat adiknya dalam bahaya, Muhammad Lutfi bersama kerabat lainnya bernama Yudit segera berupaya memberikan pertolongan.
”Satu korban atas nama Muhammed Hairan Azam berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, Muhammad Lutfi justru terjebak arus balik yang sangat kuat hingga hilang dari pandangan,” ujar Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Jumat.
Operasi SAR dan Penemuan Korban
Kepala Desa Babakan, Undang Herdi mengonfirmasi, seluruh korban merupakan satu keluarga yang tercatat sebagai warga Desa Babakan. Karena kondisi ombak yang tinggi dan arus deras, tim SAR gabungan bersama nelayan setempat memutuskan menggunakan metode jaring untuk menghadang pergerakan korban di bawah permukaan air.
Ketua SAR Barakuda Pangandaran Sakio, menyatakan, jenazah korban akhirnya ditemukan tersangkut pada jaring yang dipasang di area dalam kawasan PPI Cikidang pada malam hari. Petugas segera mengevakuasi jenazah menuju pendaratan ikan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Imbauan Keamanan Wisata
Kapolres Pangandaran menegaskan, lokasi musibah tersebut bukan merupakan zona wisata atau area berenang yang masuk dalam pengamanan rutin Balawista maupun kepolisian. Karakteristik arus di area dermaga Cileutik dinilai sangat membahayakan bagi aktivitas air.
”Kami memohon kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak berenang di area yang bukan zona wisata. Gunakanlah fasilitas pantai yang sudah disiapkan pemerintah daerah, di mana penjagaan disiagakan secara penuh,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan