PANGANDARAN, CEKBER.com – Keheningan perairan Bojong Salawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terusik pada Senin fajar, 13 April 2026. Sebuah perahu katir berwarna kuning dengan aksen merah ditemukan terombang-ambing tanpa awak. Di lambungnya tertulis nama: APE MARLIN.
Penemuan perahu misterius ini bermula saat nelayan setempat melaut sekitar pukul 04.00 WIB. Alih-alih melihat aktivitas penangkapan ikan, saksi mata justru mendapati kapal tersebut dalam kondisi kosong melongpong, tanpa nakhoda maupun anak buah kapal (ABK).
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Pangandaran, AKP Anang Tri Sodikin menyatakan, pihaknya langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga. “Anggota kami segera mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan serta pengecekan terhadap perahu APE MARLIN tersebut,” ujar Anang mewakili Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari.
Temuan Barang Bukti di Atas Kapal
Meski tak ada tanda-tanda keberadaan manusia, petugas menemukan sejumlah barang yang tertinggal di dalam perahu. Barang-barang tersebut kini menjadi petunjuk krusial bagi kepolisian untuk melacak pemilik kapal.
Berdasarkan inventarisasi petugas, barang yang diamankan meliputi:
- Satu unit mesin Suzuki 15 PK dan tangki bensin.
- Peralatan navigasi berupa satu unit GPS dan senter kepala.
- Dua unit power bank beserta pengisi daya ponsel.
- Perlengkapan teknis: satu set kunci L, gunting, golok, dan satu gulung tambang.
- Satu buah jangkar kapal.
Menariknya, polisi juga menemukan sebuah tas pinggang yang berisi STNK kendaraan bermotor atas nama Sutinah. Belum diketahui pasti apakah identitas dalam STNK tersebut berkaitan langsung dengan awak kapal yang hilang.
Penyelidikan Intensif
Hingga berita ini diturunkan, Satpolairud Polres Pangandaran masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul perahu dan keberadaan awaknya. Kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi dari kalangan nelayan yang pertama kali menemukan kapal tersebut di tengah laut.
”Penyelidikan masih berjalan untuk mengetahui motif dan keberadaan nakhoda kapal ini,” kata Anang.
Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika ada anggota keluarga yang belum kembali dari laut atau melihat aktivitas mencurigakan di perairan, warga diminta segera melapor ke pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan