​PANGANDARAN, CEKBER.com – Kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan objek wisata Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat pada Jumat 17 Juli 2026 menjelang waktu magrib atau sekitar pukul 17.40 WIB.

​Tiga orang wisatawan asal Kabupaten Bandung dilaporkan terseret arus kuat saat sedang berenang menggunakan papan boogie (boogie board).

​Dalam insiden tersebut, dua orang wisatawan dinyatakan berhasil selamat setelah dievakuasi warga dan nelayan. Sementara itu, satu korban lainnya hingga Jumat malam masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

​Korban yang dinyatakan hilang diketahui bernama Muhammad Rizki (20). Sedangkan dua rekannya yang selamat adalah Jatmiko (21) dan Rian.

​Detik-detik Terbawa Arus ke Tengah Laut

​Salah satu korban selamat, Jatmiko (21), menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya bersama dua rekannya dihantam gelombang tinggi. Menurutnya, peristiwa itu terjadi sangat cepat ketika mereka sedang asyik bermain ombak.

​”Kami bertiga sedang berenang. Saya dan adik saya menggunakan papan selancar. Tiba-tiba ombak datang sangat deras. Setelah itu saya sudah tidak ingat apa-apa,” ujar Jatmiko saat ditemui wartawan di Pantai Barat Pangandaran, Jumat malam.

​Jatmiko melanjutkan, ia sempat panik karena kesulitan bernapas dan langsung melambaikan tangan untuk meminta pertolongan. Beruntung, posisinya terlihat oleh nelayan setempat yang sedang melaut.

​”Yang saya ingat hanya ditolong nelayan menggunakan perahu. Sudah mau kehabisan napas, untung ada nelayan yang nolong,” ucapnya.

​Sementara itu, salah satu rekannya, Rian, masih mampu berenang secara mandiri hingga ke bibir pantai. Namun, Muhammad Rizki diduga kuat terseret arus yang lebih deras hingga terbawa jauh ke tengah laut.

​Sudah Diperingatkan Petugas

​Di sisi lain, seorang saksi mata yang merupakan warga setempat, Panji (12), menyebutkan, petugas sebenarnya sudah memberikan imbauan kepada para korban sebelum peristiwa itu terjadi. Petugas meminta wisatawan menghentikan aktivitas berenang karena kondisi laut menjelang sore dinilai berbahaya.

​”Awalnya ada tiga orang yang bermain air di dekat lokasi. Sebelumnya petugas sudah ingatkan agar mereka berhenti berenang,” kata Panji yang saat kejadian sedang bermain bola voli di sekitar pantai.

​Menurut pengamatan Panji, aksi penyelamatan berlangsung dramatis. Seorang nelayan yang melihat lambaian tangan korban langsung memacu perahunya ke titik kejadian.

​”Yang satu masih bisa berenang, sedangkan yang satu lagi sudah terlihat kelelahan. Terus nelayan menarik korban ke atas perahu. Setelah itu masih terlihat satu tangan korban lainnya (Rizki) di permukaan air,” jelasnya.

​Nelayan tersebut sempat membawa korban selamat ke tepian sebelum akhirnya kembali ke titik semula untuk mencari Rizki. Namun, korban sudah tenggelam dan tidak lagi terlihat di permukaan air.

​Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan bersama nelayan setempat masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian guna menemukan korban yang hilang.