BERITA ​PANGANDARAN – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pangandaran pada Sabtu pagi, 24 Januari 2026, memicu insiden kerusakan pemukiman di Kecamatan Sidamulih. Sebuah rumah semi permanen di Dusun Sawangan, Desa Kalijati, mengalami kerusakan berat usai tertimpa pohon Albasia yang tumbang diterjang angin kencang.

​Berdasarkan laporan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Hembusan angin kencang dilaporkan sudah terasa di wilayah tersebut sejak pukul 05.00 WIB subuh, yang memicu kerawanan pada pohon-pohon tinggi di sekitar pemukiman warga.

​Rumah nahas tersebut diketahui milik Apud (58), seorang petani setempat. Kerasnya hantaman batang pohon mengakibatkan atap genting hancur berantakan dan struktur dinding rumah mengalami keretakan serius.

​”Penyebab kejadian murni akibat angin kencang yang mengakibatkan pohon Albasia tumbang dan menimpa rumah Bapak Apud,” ujar Asep, anggota Tagana Desa Kalijati yang berada di lokasi kejadian.

​Meskipun kerusakan fisik bangunan tergolong berat, pihak Tagana memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Saat kejadian, keenam penghuni rumah (1 Kepala Keluarga) berhasil selamat.

​Pasca-kejadian, tim Tagana bersama warga Dusun Sawangan bergotong-royong melakukan evakuasi batang pohon yang melintang di atas atap rumah. Pembersihan puing-puing genting dan kayu juga segera dilakukan untuk mengamankan lokasi.

​Pihak Desa Kalijati telah menerima laporan resmi terkait bencana ini. Mengingat kondisi atap yang terbuka dan struktur rumah yang rusak, keluarga korban saat ini sangat membutuhkan bantuan darurat.

​”Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup atap sementara dan bantuan logistik sembako bagi keluarga terdampak,” tambah laporan tersebut.

​Masyarakat Pangandaran diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang kerap terjadi di musim penghujan awal tahun ini.