BERITA ​PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menyiapkan apresiasi khusus bagi tenaga pendidik yang mampu menorehkan prestasi di level nasional. Tak tanggung-tanggung, hadiah berupa ibadah umrah dijanjikan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang berdedikasi tinggi.

​Kepala Disdikpora Pangandaran Soleh Supriadi menegaskan, penghargaan ini berlaku bagi seluruh lini kependidikan, mulai dari pengawas, kepala sekolah, hingga guru kelas.

​“Siapa saja, baik guru maupun tenaga kependidikan yang berprestasi di tingkat nasional, saya berjanji akan menghadiahi umrah,” ujar Soleh saat memberikan keterangan resmi baru-baru ini.

​Sumber Dana dari Inisiatif ASN

​Menariknya, hadiah umrah ini tidak dibebankan langsung pada APBD secara murni, melainkan melalui semangat gotong royong para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Disdikpora Pangandaran.

​Soleh menjelaskan, pihaknya telah bersepakat dengan jajaran sekretaris dinas hingga kepala bidang untuk berpatungan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kesejahteraan psikis dan spiritual para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

​“Kami telah bersepakat untuk berpatungan memberikan hadiah umrah bagi guru atau tenaga pendidik berprestasi,” ungkapnya.

​Larangan ‘Malpraktik’ Mengajar

​Di balik janji manis tersebut, Soleh juga memberikan peringatan keras terkait kedisiplinan. Ia menekankan bahwa profesionalisme adalah harga mati. Para guru diwajibkan sudah berada di sekolah pukul 06.30 WIB dan tertib dalam menggunakan modul ajar.

​Ia bahkan memperkenalkan istilah “malpraktik keguruan” bagi pendidik yang mengabaikan jam pelajaran atau menggunakan metode mengajar yang tidak tepat.

​“Mengabaikan jam pelajaran atau tidak menjalankan tugas keguruan dengan metode yang tepat bisa disebut malpraktik. Malpraktik juga berpotensi dilakukan guru. Misalnya, anak sakit kepala tapi diberi obat sakit perut, tentu tidak nyambung,” tegas Soleh.

​Penguatan Pendidikan Karakter

​Selain prestasi akademik, Disdikpora Pangandaran mendorong para guru untuk menjadi figur teladan bagi siswa. Pendidikan karakter harus dimulai dari keteladanan tenaga pendidik yang dilihat siswa sebagai orang tua kedua di sekolah.

​Langkah ini diharapkan dapat memacu motivasi GTK di Pangandaran untuk terus berinovasi di tengah tantangan dunia pendidikan, sekaligus memastikan kualitas belajar mengajar di daerah tetap terjaga dengan standar yang tinggi.