PANGANDARAN, CEKBER.com – Di ruang tunggu Poliklinik RSUD Pandega Pangandaran, dr. Fernando Aditama Yusuf berdiri bukan sekadar untuk memeriksa denyut nadi, melainkan untuk mengurai benang kusut keraguan para orang tua.
Melalui forum edukasi bertajuk “Ngobatan” (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan), ia memaparkan urgensi imunisasi di tengah bayang-bayang kembalinya penyakit yang seharusnya sudah punah.
”Jangan biarkan anak-anak kita bertaruh nyawa melawan virus yang sebenarnya bisa kita cegah sejak dini,” ujar dr. Fernando di hadapan puluhan orang tua yang menyimak dengan saksama.
Melawan Penyakit yang Kembali Mengintai
Dalam paparannya, dr. Fernando menyoroti risiko Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Ia mengingatkan bahwa penurunan cakupan imunisasi adalah pintu masuk bagi wabah difteri, campak, hingga polio. Menurutnya, vaksin bukan sekadar syarat administratif, melainkan investasi kekebalan komunal.
Ia secara detail membedah ketakutan klasik para orang tua: efek samping. “Demam atau bengkak kecil pasca-suntikan itu bukan penyakit, melainkan tanda tubuh sedang belajar mengenali lawan. Itu reaksi wajar sistem imun,” tegasnya. Tanpa perlindungan ini, tubuh anak ibarat prajurit yang diterjunkan ke medan perang tanpa senjata.
Digitalisasi Antrean: Memangkas Waktu Tunggu
Selain soal medis, RSUD Pandega memanfaatkan momentum ini untuk mendorong digitalisasi layanan melalui aplikasi Mobile JKN. Dr. Fernando menjelaskan bahwa era mengantre sejak subuh harus segera berakhir.
Dengan sistem pendaftaran daring, pasien dapat memperoleh nomor antrean sejak jauh hari (H-30) setelah mendapat rujukan. Langkah ini dipandang sebagai solusi strategis untuk mengurangi kepadatan di rumah sakit sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan bagi warga Pangandaran.
Edukasi yang Interaktif
Kegiatan tidak berjalan searah. Antusiasme warga terlihat saat sesi tanya jawab dan kuis kesehatan. Dr. Fernando memberikan apresiasi berupa bingkisan bagi orang tua yang mampu menjawab tantangan seputar jadwal imunisasi dasar.
Melalui ‘Ngobatan’, RSUD Pandega berusaha membangun jembatan komunikasi yang lebih manusiawi antara tenaga medis dan masyarakat. Targetnya jelas: memastikan tidak ada satu pun anak di Bumi Pangandaran yang terlewatkan haknya untuk tumbuh sehat dan terlindungi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan