KUNINGAN, CEKBER.com – Literasi keuangan menjadi salah satu modal penting bagi masyarakat desa untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Pengetahuan mengenai produk perbankan dinilai dapat membantu masyarakat lebih cermat dalam mengelola keuangan, sekaligus membuka akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Hj. Ida Nurlaela Wiradinata saat menggelar Sosialisasi Produk Perbankan bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat 11 September 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Tabungan, Kredit KUR, dan Pembiayaan Syariah” itu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai layanan perbankan yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Ida menekankan, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui keberadaan produk perbankan, tetapi juga harus memahami fungsi, manfaat, serta konsekuensi dari layanan keuangan yang dipilih.
“Yang paling penting adalah masyarakat memahami kebutuhannya terlebih dahulu. Apakah untuk menabung, mengembangkan usaha, atau membutuhkan pembiayaan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa menentukan pilihan yang tepat dan tidak salah dalam mengelola keuangan,” kata Ida.
Bukan Sekadar Menabung dan Meminjam
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai tabungan sebagai instrumen perencanaan keuangan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha yang memenuhi ketentuan, serta pembiayaan syariah yang ditawarkan dengan prinsip syariah.
Ida mengingatkan agar akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan kecil, diarahkan untuk kegiatan produktif.
Modal yang diperoleh, menurut dia, dapat dimanfaatkan untuk menambah kapasitas usaha, meningkatkan produksi, memperluas pemasaran, maupun mengembangkan kegiatan ekonomi lainnya.
“Kita ingin pembiayaan yang diperoleh masyarakat benar-benar digunakan untuk sesuatu yang produktif. Kalau modal digunakan untuk mengembangkan usaha, maka manfaatnya bisa dirasakan bukan hanya oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Mendorong Kemandirian Ekonomi
Ida menambahkan, peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan proses yang berkelanjutan. Salah satu fondasinya adalah kemampuan masyarakat mengambil keputusan ekonomi berdasarkan informasi yang benar.
Karena itu, sosialisasi produk perbankan di tingkat desa dinilai penting untuk mempersempit kesenjangan literasi sekaligus memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Ia berharap warga Desa Karangkamulyan dapat memanfaatkan pengetahuan tersebut, baik untuk mengatur keuangan keluarga maupun mengembangkan usaha.
“Kita ingin masyarakat semakin mandiri secara ekonomi. Pengetahuan tentang perbankan merupakan salah satu bekal penting agar masyarakat dapat merencanakan keuangannya, mengembangkan usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi dengan lebih baik,” ucap Ida.
DPRD Kuningan Apresiasi Penguatan Literasi Keuangan
Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, S.E., mengapresiasi kegiatan edukasi perbankan yang digelar langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, literasi keuangan perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu menentukan produk keuangan secara lebih cerdas dan sesuai kemampuan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena masyarakat mendapatkan penjelasan secara langsung. Literasi keuangan harus terus diperkuat agar masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan dan mengelola keuangannya,” tutur Nuzul.
Ia menilai penguatan ekonomi desa tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur. Peningkatan kapasitas masyarakat, akses pembiayaan, keterampilan, dan pasar juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.
Pelaku UMKM, kata Nuzul, perlu mendapatkan ruang yang lebih luas untuk berkembang dengan dukungan akses permodalan dan pasar.
“Kita berharap masyarakat dapat memanfaatkan informasi yang diperoleh hari ini untuk meningkatkan kegiatan ekonominya. Jangan sampai akses perbankan hanya dipahami sebagai tempat menyimpan uang atau mendapatkan pinjaman, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Nuzul.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal produk tabungan, KUR, dan pembiayaan syariah, tetapi juga mampu memilih layanan keuangan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan.
Literasi keuangan yang semakin baik pada akhirnya diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan mampu menjadikan akses perbankan sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi keluarga dan desa. ***

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan