PANGANDARAN, CEKBER.com – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STITNU Al Farabi Pangandaran periode ke-VIII resmi dilantik pada Sabtu 14 Maret 2026.
Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan dialog publik bertema “Libur Lebaran Tanpa Chaos: Strategi Terpadu Pengamanan, Kebersihan dan Kenyamanan Wisata di Pangandaran.”
Kegiatan berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pangandaran dan dihadiri sejumlah unsur mahasiswa serta pemangku kepentingan daerah. Dalam pelantikan itu, Riski Idul Rohman dikukuhkan sebagai Ketua Komisariat PMII STITNU Al Farabi Pangandaran periode terbaru bersama jajaran pengurus lainnya.
Riski mengatakan, momentum pelantikan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan terhadap persoalan publik di daerah.
Ia menilai Pangandaran sebagai kawasan wisata akan menghadapi lonjakan pengunjung yang signifikan saat libur Lebaran.
“Tanpa perencanaan yang matang, lonjakan wisatawan berpotensi menimbulkan kemacetan, penumpukan sampah, hingga gangguan kenyamanan wisatawan,” kata Riski dalam dialog publik tersebut.
Menurutnya, melalui forum diskusi tersebut mahasiswa mencoba mendorong sejumlah langkah strategis agar pengelolaan wisata saat musim libur dapat berjalan lebih tertib dan terkendali.
Usulan PMII STITNU Al Farabi
Dalam dialog itu, PMII STITNU Al Farabi Pangandaran menyampaikan beberapa usulan, antara lain penerapan rekayasa lalu lintas dan sistem jalur satu arah menuju kawasan wisata pada jam-jam tertentu untuk mengurangi kepadatan kendaraan.
Selain itu, mahasiswa juga mengusulkan penyediaan kantong parkir terpadu di titik penyangga kawasan wisata agar kendaraan wisatawan tidak menumpuk di kawasan pantai maupun pusat keramaian.
Usulan lain yang disampaikan adalah pembentukan posko terpadu lintas instansi yang melibatkan aparat keamanan, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat untuk memudahkan koordinasi di lapangan selama periode libur Lebaran.
PMII juga menyoroti pentingnya penanganan sampah di kawasan wisata dengan menambah titik tempat pembuangan sementara serta meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, khususnya di area pantai dan pusat kuliner.
Selain itu, mahasiswa mendorong adanya gerakan edukasi wisata tertib dan bersih melalui informasi publik serta kampanye kesadaran bagi wisatawan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan wisata.
Riski berharap gagasan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah, pengelola wisata dan masyarakat dalam mengantisipasi berbagai persoalan yang kerap muncul saat musim libur Lebaran di Pangandaran.
“Harapannya ada sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah dan masyarakat untuk menciptakan tata kelola wisata Pangandaran yang lebih tertib, bersih, aman dan nyaman,” ucapnya.
