​PANGANDARAN, CEKBER.com – Ketua KUD Minasari Pangandaran Jeje Wiradinata melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Babakan, Pangandaran, Rabu 13 Mei 2026.

Dalam kunjungannya, mantan Bupati Pangandaran dua periode ini menyoroti tren positif kenaikan volume transaksi seiring masuknya musim kemarau.

​Jeje mengungkapkan, hasil tangkapan nelayan dalam dua hari terakhir menunjukkan angka yang menggembirakan. “Hari kemarin saja transaksi hampir menyentuh Rp 200 juta per hari. Hari ini pun tampaknya tidak akan jauh berbeda,” ujarnya di sela-sela pemantauan proses penimbangan ikan.

​Menurut Jeje, lonjakan produksi ini merupakan siklus tahunan yang kerap terjadi saat memasuki musim kemarau. Ia mencatat pada bulan April lalu, total nilai transaksi di KUD Minasari telah mencapai Rp 2,1 miliar.

​”Jika tren kenaikan ini terus berlanjut, saya optimistis angka transaksi bisa menembus Rp 3 miliar,” tambah Jeje. Beberapa komoditas laut yang menjadi primadona di antaranya adalah udang cenang dan ikan bawal putih dengan harga yang relatif stabil.

​Suasana Makan Siang di Balik Tumpukan Jaring

​Usai berkeliling memeriksa timbangan dan administrasi kasir, Jeje tidak langsung beranjak. Di sebuah meja kayu sederhana di sudut area pelelangan, ia melebur bersama suasana khas pesisir. Tanpa sekat formalitas, Jeje menikmati makan siang dengan menu yang tak jauh dari hasil laut hari itu.

​Satu porsi nasi putih hangat tersaji berdampingan dengan semangkuk sayur bening yang masih mengepul. Menu utamanya adalah tumis goreng udang cenang, hasil tangkapan segar yang baru saja dilelang. Tak ketinggalan, beberapa butir telur asin dan sambal menjadi pelengkap santap siangnya di tengah riuh rendah suara lelang dan bau amis laut yang khas.

​”Biasa, masa kecil jadi anak nelayan, jadi sudah tidak kaget lagi dengan suasana seperti ini,” kata Jeje sambil mengupas telur asinnya. Ia mengaku, makan di tempat pelelangan memberikan perspektif yang berbeda tentang kondisi riil masyarakat bawah.

​Baginya, momen melimpahnya ikan ini adalah “angin segar” bagi ekonomi pesisir Pangandaran. “Saya melihat ada raut kegembiraan di wajah para nelayan. Ini adalah berkah musim kemarau di mana ikan semakin banyak,” ucapnya.