PANGANDARAN, CEKBER.com – Bayang-bayang tragedi medio 2025 menjadi rapor merah yang tak ingin diulang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran.
Berdasarkan catatan evaluasi, sembilan nyawa melayang di pesisir pantai akibat kecelakaan laut dan insiden lainnya sepanjang tahun lalu. Angka ini memicu alarm kewaspadaan tinggi bagi Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Kantor Setda Cintakarya, Kamis 12 Maret 2026, Citra menegaskan, keselamatan wisatawan adalah harga mati dalam manajemen wisata Lebaran tahun ini. Ia tak ingin lonjakan pengunjung yang diprediksi akan masif justru berujung duka.
Belajar dari Tragedi Pasir Putih
Kecelakaan di kawasan Pasir Putih, di mana wisatawan terseret arus kuat, menjadi salah satu poin evaluasi utama. Citra menginstruksikan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) untuk melakukan mitigasi sejak dini guna memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
”Karena tahun kemarin banyak kejadian, tentu saya ingatkan semua stakeholder untuk memastikan kenyamanan wisatawan di Pangandaran terjaga dengan baik,” ujar Citra usai rapat koordinasi tersebut.
Menurutnya, tantangan tahun ini akan jauh lebih berat. Pangandaran bakal menjadi titik temu tiga arus besar: pemudik yang pulang kampung, warga lokal dan wisatawan dari luar daerah. “Tentu lonjakan akan sangat terlihat dan beban pengawasan meningkat berkali lipat,” tambahnya.
Penebalan Peringatan dan Sinergi Lifeguard
Menyiasati keterbatasan personel penjaga pantai (lifeguard), Pemkab Pangandaran menempuh langkah taktis. Selain menambah spanduk imbauan di titik-titik larangan berenang, Citra juga meminta keterlibatan aktif para pelaku usaha wisata.
”Kami meminta bantuan pelaku usaha wisata untuk saling mengingatkan. Pengawasan zona merah harus diperketat, tidak bisa hanya mengandalkan personel yang ada,” tegasnya. Sinergi ini melibatkan Balawista, Basarnas, hingga para pedagang dan pengelola hotel di bibir pantai.
Polres Pangandaran Targetkan “Zero Incident”
Senada dengan bupati, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potowari menempatkan keselamatan aktivitas wisata sebagai prioritas tertinggi (top priority). Ia berharap pola pengamanan tahun ini mampu menutup celah kecelakaan yang terjadi di tahun sebelumnya.
”Melihat kejadian tahun lalu yang memakan banyak korban, kami harap tahun ini zero incident,” kata Ikrar.
Polres Pangandaran pun telah memetakan titik-titik krusial untuk pendirian pos pengamanan (Pospam). Namun, Ikrar menggarisbawahi bahwa kepolisian tidak bisa bekerja sendiri di tengah jutaan pasang mata wisatawan.
“Kami mohon semua pihak membantu menjaga keselamatan wisatawan. Pos-pos pengamanan kami siapkan di beberapa titik untuk memproses berbagai laporan secara cepat,” ucapnya.
