BERITA PANGANDARAN – Asa Siti Aulia Marlina untuk terus mengenyam pendidikan nyaris pupus lantaran himpitan ekonomi. Namun, jalan terang terbuka bagi siswi kelas X SMK Pasundan Cijulang itu setelah Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, turun tangan secara langsung.
Pada Selasa 20 Januari 2026, Ikrar secara resmi mengangkat Siti sebagai anak asuh institusinya. Langkah ini diambil setelah polisi mendengar kisah pilu sekaligus prestatif dari remaja yang tinggal di Desa Cijulang tersebut.
”Kami angkat Siti Aulia menjadi anak dari Polres Pangandaran,” ujar AKBP Ikrar Potawari.
Yatim Piatu dan Juara Kelas
Nasib malang sudah mengakrabi Siti sejak bayi. Ibunya, Mardiana, pergi meninggalkannya saat ia baru berusia satu bulan. Sementara sang ayah, Lili Sugandi, telah meninggal dunia. Tanpa orang tua kandung, Siti selama ini hidup menumpang di rumah kontrakan saudaranya, Pendi dan Titin Suryatin.
Di tengah keterbatasan ekonomi dan fasilitas, Siti membuktikan ketangguhannya. Di sekolah, ia dikenal cerdas dan kerap menyabet peringkat satu di kelasnya. Namun, prestasi akademik saja tak cukup untuk membayar tagihan sekolah.
Baru-baru ini, Siti terbentur kebutuhan biaya mendesak sebesar Rp 3,6 juta. Rinciannya meliputi biaya indekos untuk magang sebesar Rp 250 ribu, biaya makan selama satu bulan Rp 1,8 juta, serta biaya kunjungan industri ke Yogyakarta sebesar Rp 1,25 juta berikut bekal saku Rp 300 ribu.
Bagi keluarga angkatnya yang pas-pasan, angka tersebut terlampau besar. Bayang-bayang putus sekolah pun sempat menghantui Siti.
Jaminan Biaya Hingga Lulus
Merespons kondisi tersebut, Kapolres Pangandaran memastikan Siti tidak akan berhenti sekolah karena masalah biaya. Ikrar menegaskan, intervensi ini bukan sekadar bantuan sesaat. Bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Pangandaran, ia berkomitmen menanggung biaya pendidikan Siti hingga tuntas.
”Insya Allah kita bersama PJU akan membiayai. Bagaimanapun caranya, Siti Aulia tidak boleh putus sekolah,” tegas Ikrar.
Bantuan ini mencakup pelunasan biaya magang, kunjungan industri, hingga kebutuhan operasional sekolah lainnya. Langkah humanis kepolisian ini diharapkan dapat menjaga mimpi Siti Aulia untuk meraih masa depan yang lebih baik, lepas dari jerat kemiskinan yang menderanya.





