BERITA PANGANDARAN – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan edukasi kepada anak-anak terkait maraknya isu perilaku menyimpang yang berkaitan dengan Laki Suka Laki (LSL) serta Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).
Kepala Disdikpora Pangandaran Soleh Supriadi menegaskan, pihaknya menyatakan ‘perang’ terhadap perilaku tersebut, sebagai langkah antisipasi demi menjaga generasi muda di daerahnya.
“Saya tidak menyatakan ada siswa di Pangandaran yang terjangkit HIV/AIDS dan didominasi LSL, itu saya belum tahu. Namun kami dari Dinas Pendidikan mengantisipasi hal itu dan kami nyatakan perang,” kata Soleh.
Ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk menjaga masa depan generasi muda agar tidak terbawa arus negatif. Untuk itu, Disdikpora telah berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait di Kabupaten Pangandaran.
“Kita sudah memerintahkan semua stakeholder di bidang pendidikan, baik kepala sekolah maupun pejabat, agar dapat mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai fenomena LSL dan LGBT yang kini banyak beredar di media sosial,” terangnya.
Soleh berharap fenomena tersebut tidak terjadi di kalangan pelajar Pangandaran. Ia mengajak para orang tua untuk aktif berperan dalam membimbing serta mengawasi anak-anak, terutama terkait penggunaan media sosial.
“Di era digital, peserta didik dituntut memahami teknologi dan ITE. Namun di sisi lain, penggunaan media sosial tetap harus diawasi secara ketat agar pelajar bisa bijak dan mengerti batasannya,” ujarnya.
Untuk memperkuat langkah pencegahan, Disdikpora juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti MKKS, Korwil, K3S, PGRI, Puskesmas, serta instansi lain.
Kolaborasi tersebut ditujukan agar setiap kecamatan memiliki langkah nyata dalam mencegah perilaku menyimpang melalui edukasi di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP.
“Ke depan, kami berharap ada upaya konkret antara Dinas Kesehatan, Disdik dan stakeholder lainnya untuk memberikan edukasi di setiap sekolah,” tegasnya.






