​PANGANDARAN, CEKBER.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat, tengah memacu pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan perbaikan sistem drainase di kawasan pesisir pantai. Langkah ini diambil guna mengantisipasi genangan air akibat curah hujan tinggi serta menjaga kebersihan lingkungan menjelang lonjakan wisatawan pada libur Lebaran mendatang.

​Bupati Pangandaran Citra Pitriyami menyatakan, pembenahan drainase menjadi prioritas jangka pendek. Saat ini, beberapa titik krusial seperti Perempatan Ajo dan kawasan Kampung Turis masih sering tergenang air saat hujan deras melanda.

​”Kami sedang mencari solusi sementara untuk masalah genangan ini, terutama menghadapi libur Lebaran nanti. Beberapa titik sudah mulai membaik setelah dilakukan pembongkaran dan pembersihan,” ujar Citra saat meninjau lokasi proyek di pantai Barat Pangandaran, Senin 23 Februari 2026.

​Selain drainase, Citra juga menyoroti pentingnya proyek pilot project IPAL yang sedang berjalan. Menurutnya, selama ini limbah dari hotel maupun pemukiman warga masih ada yang terbuang langsung ke laut. Proyek IPAL senilai kurang lebih Rp 600 juta ini diharapkan menjadi model pengelolaan limbah yang efektif.

​”Ini adalah proyek percontohan. Jika berhasil dan berfungsi dengan baik, maka empat hingga lima titik masalah limbah lainnya di Pangandaran akan diselesaikan dengan sistem yang sama,” tambah Citra.

​Fokus Limbah Domestik

​Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permu­kim­an Kabupaten Pangandaran Nanang Heryanto memberikan penjelasan teknis terkait fungsi IPAL tersebut. Ia menekankan bahwa untuk tahap awal, IPAL ini difokuskan untuk mengolah limbah domestik dari pemukiman warga.

​”IPAL ini ditujukan untuk pengolahan limbah dari sejumlah rumah tangga yang terkoneksi. Jadi, limbah dari warga kita tampung dan olah di sini, bukan dari hotel karena sistemnya berbeda,” jelas Nanang.

​Meski begitu, Nanang tidak menutup kemungkinan adanya integrasi sistem di masa depan. “Untuk sekarang kita mulai dari pemukiman dulu. Ke depan, mungkin bisa kita padukan antara limbah hotel dan pemukiman agar pengelolaannya lebih menyeluruh,” kata Nanang.

​Terkait target penyelesaian, Nanang mengakui adanya beberapa kendala teknis dan koordinasi antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan penyedia jasa. Namun, pemerintah daerah terus mendorong agar infrastruktur dasar ini dapat segera berfungsi optimal guna mendukung kenyamanan pariwisata di Pangandaran.