PANGANDARAN, CEKBER.com – Pengelola kawasan wisata PT Palawi Resorsis resmi memasang alat sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) banjir bandang di kawasan Wana Wisata Citumang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Langkah ini diambil untuk meningkatkan standar keselamatan pengunjung di objek wisata berbasis aliran sungai tersebut.
Senior Analis Perencanaan dan Standarisasi PT Palawi, Riyan Surya Putra menyampaikan, pemasangan EWS merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) keselamatan wisatawan, khususnya di destinasi wisata berisiko tinggi.
”Ini merupakan komitmen kami sebagai pengelola wisata untuk menjunjung tinggi dan meningkatkan standar pelayanan, khususnya jaminan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan di lokasi berbasis risiko luapan air,” ujar Riyan di Citumang, Kamis 30 Juli 2026.
Sistem Terintegrasi Hulu dan Hilir
Dalam pengembangannya, PT Palawi Resorsis bekerja sama dengan penyedia teknologi CV Fortuna Argatech. Business Development CV Fortuna Argatech, Dimas Agung Wicaksono menjelaskan, EWS ini dipasang secara terintegrasi di dua titik utama:
- Sektor Hulu (Sensor Utama): Dipasang di kawasan Wana Wisata Santirah, Desa Selasari, yang berjarak sekitar 5 kilometer di hulu aliran sungai. Alat ini berfungsi mendeteksi Ketinggian Air Sungai (KAS) secara real-time. Batas ambang batas kewaspadaan disepakati bersama pada level 1 hingga 1,5 meter.
- Sektor Hilir (Penerima & Sirine): Ditempatkan di area utama Wisata Citumang sebagai pusat penerima data (data logger) dan alarm peringatan. Apabila debit air di sektor hulu melewati batas aman 1,5 meter, sensor akan langsung mengirimkan sinyal bahaya ke sistem cloud dalam kurun waktu 1 hingga 2 menit.
Sinyal tersebut otomatis membunyikan sirine peringatan di lokasi wisata serta mengirimkan notifikasi pesan WhatsApp ke ponsel petugas pengelola dan jajaran instansi terkait.
”Sirine akan terus berbunyi sampai air kembali surut. Namun, sistem juga dibekali fitur penanganan darurat yang bisa dimatikan secara jarak jauh (remote) maupun manual oleh petugas di lapangan,” kata Dimas. Pemantauan dinamika air juga dapat diakses kapan saja oleh pengelola melalui perangkat ponsel pintar, tablet, maupun komputer.
Apresiasi dari Pemerintah Lokal
Keberadaan alat sistem peringatan dini ini mendapat tanggapan positif dari Pemerintah Kecamatan Parigi. Camat Parigi, Ruhandi menilai, kehadiran EWS sangat penting untuk memberikan kepastian rasa aman bagi wisatawan.
”Kami sangat mengapresiasi pemasangan alat ini. Harapannya para wisatawan yang berkunjung ke Wisata Citumang merasa lebih tenang, nyaman, dan tidak perlu merasa khawatir berlebih terhadap ancaman luapan air,” ungkap Ruhandi.
Ia menambahkan, notifikasi darurat yang terhubung langsung ke pihak Kecamatan, Polsek, dan Koramil mempermudah koordinasi antarinstansi. Dengan demikian, imbauan maupun tindakan evakuasi dapat dilakukan lebih cepat jika situasi darurat terjadi.
Pemasangan EWS di Wisata Citumang ini merupakan proyek percontohan awal PT Palawi Resorsis. Ke depan, pengelola berencana memasang teknologi serupa di berbagai lokasi wisata alam berisiko tinggi lainnya di bawah naungan manajemen mereka.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan