PANGANDARAN, CEKBER.com – Peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Angkatan ke-67 mendorong penguatan program ketahanan pangan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Management Course Level 3 yang mengkaji kondisi ketahanan pangan daerah menggunakan metode Organization Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES).

Kegiatan yang berlangsung di Polres Pangandaran pada Kamis 13 Agustus 2026 itu dihadiri Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Pontowari, serta sejumlah pejabat terkait yang membidangi ketahanan pangan.

Ketua Tim Sespimmen Polri Pokja Pangandaran, Brigjen Jimmy Agustinus mengatakan, kajian tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan.

“Kami hadir di sini guna mendukung program pemerintah Bapak Presiden Prabowo untuk menjaga kedaulatan pangan. Melalui kajian akademis, kami akan memberikan rekomendasi strategis kepada Forkopimda Pangandaran,” kata Jimmy.

Menurutnya, hasil kajian akademis tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi penguatan ketahanan pangan di Pangandaran.

Sementara itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengapresiasi keterlibatan peserta didik Sespimmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan di daerahnya.

“Saya berterima kasih kepada Tim Sespimmen Polri yang turut mendukung ketahanan pangan di Pangandaran. Ini merupakan wujud sinergitas dan kolaborasi yang baik untuk Pangandaran Melesat,” ujar Citra.

Di tempat yang sama, Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Pontowari mengatakan, kajian yang dilakukan Sespimmen Polri diharapkan menjadi embrio pembentukan Satgas Pangan Pangandaran.

Satgas tersebut nantinya diarahkan untuk mengawal strategi dan kebijakan pangan secara menyeluruh, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Collaborative strategy menjadi kekuatan kami untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan sesuai dengan komitmen kami untuk Santun, Empati, Tanggap, Inovatif dan Akuntabel,” kata Ikrar.

Ia menambahkan, kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di Kabupaten Pangandaran. ***