​PANGANDARAN, CEKBER.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran mengambil langkah strategis untuk menjaga kenyamanan wisatawan selama musim libur panjang Lebaran 2026.

Guna menghindari penumpukan kendaraan di kawasan pantai, Pemkab Pangandaran resmi mengoperasikan layanan bus shuttle gratis bagi para pengunjung.

​Sekretaris Dinas Perhubungan (DISHUB) Pangandaran Ghaniyy Fahmi Basyah mengatakan, langkah ini diambil berdasarkan evaluasi tahunan.

“Dari tahun ke tahun, kendaraan yang masuk pada saat peak time Lebaran mengalami kemacetan yang luar biasa. Hal ini menyebabkan penurunan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pangandaran,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa 24 Maret 2026.

​Strategi Sentra Parkir dan Operasional Bus

​Untuk mengatasi semrawutnya lalu lintas, Pemkab Pangandaran menyediakan kantong parkir terpusat (Sentra Parkir Wisata) seluas 70.000 meter persegi, dengan area efektif parkir mencapai 40.000 meter persegi.

​Seluruh kendaraan wisatawan diarahkan untuk parkir di lokasi tersebut dan dilarang parkir di sepanjang pantai Barat maupun pantai Timur. Sebagai gantinya, pemerintah menyediakan 12 unit bus shuttle yang akan mengantar jemput wisatawan ke titik-titik destinasi secara cuma-cuma.

​”Kami menyediakan 10 unit bus hasil kerja sama sewa dengan DAMRI, ditambah 2 unit bus milik Pemda. Total ada 12 armada yang siap melayani masyarakat,” kata Ghaniyy.

​Layanan bus shuttle ini akan beroperasi selama 10 hari, mulai tanggal 21 hingga 29 Maret 2026. Ghaniyy merinci bahwa jumlah armada yang beroperasi akan fluktuatif mengikuti kepadatan pengunjung, dengan rincian:

  • ​21 Maret: 3 unit bus
  • ​22 – 24 Maret: Penambahan hingga 10 unit bus secara bertahap.

​Efisiensi Anggaran melalui Sistem Sewa

​Ghaniyy menjelaskan, keputusan untuk menyewa bus DAMRI diambil demi efektivitas dan efisiensi anggaran daerah. Menurutnya, pengadaan unit bus baru akan memakan biaya yang sangat besar, mencapai Rp1,5 miliar per unit.

​”Jika kami harus melakukan pengadaan 10 unit, biayanya bisa mencapai Rp12 miliar lebih. Dengan sistem sewa ini, kita tetap bisa memberikan pelayanan prima bagi wisatawan tanpa membebani anggaran untuk pengadaan aset yang pemeliharaannya juga mahal,” tuturnya.

​Fasilitas bus shuttle ini sudah dilengkapi dengan pendingin udara (AC) untuk memastikan kenyamanan wisatawan selama perjalanan dari tempat parkir menuju bibir pantai.

​Dengan kebijakan ini, diharapkan wisatawan dapat menikmati pemandangan Pantai Pangandaran tanpa terganggu oleh hiruk-pikuk kemacetan kendaraan pribadi.