PANGANDARAN – Pasar perumahan di Kabupaten Pangandaran menunjukkan pertumbuhan dalam setahun terakhir. Data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat realisasi akad kredit perumahan di daerah ini mencapai 337 unit, mencerminkan meningkatnya aktivitas pembangunan hunian sekaligus permintaan masyarakat terhadap rumah bersubsidi maupun komersial.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah pengembang lokal dan regional yang aktif membangun kawasan perumahan di Pangandaran. Berdasarkan data BP Tapera, PT Bumi Makmur Indah Pangandaran menjadi pengembang dengan realisasi akad kredit tertinggi, yakni 72 unit.

Posisi berikutnya ditempati PT Setia Surya Nugraha (SSN) dengan 53 unit akad, disusul PT Artha Daya Ekatama yang membukukan 47 unit. Sementara itu, PT Jendela Masa Indonesia mencatat 45 unit, PT Prans Jaya Abadi 32 unit, PT Hanna Anugrah Property 26 unit, PT Artha Jaya Pangandaran 25 unit, PT Muara Inti Laut 12 unit, dan PT Citra Galuh Nusantara 7 unit. Adapun lima pengembang lainnya secara kolektif mencatat 18 unit akad.

Secara keseluruhan, sepuluh pengembang tersebut menyumbang mayoritas realisasi pembiayaan perumahan di Pangandaran. Data itu menunjukkan pasar properti di daerah wisata tersebut mulai berkembang seiring meningkatnya kebutuhan hunian, baik untuk masyarakat lokal maupun calon investor.

Peningkatan jumlah akad kredit juga menjadi indikator bertambahnya akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan melalui program pemerintah dan dukungan perbankan. Di sisi lain, geliat sektor properti dinilai berpotensi mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui pembangunan kawasan hunian baru serta penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi.