​CIAMIS, CEKBER.com – Sebuah video curhatan warga Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, mendadak viral setelah mereka terpaksa “berdesakan” bertiga menggunakan sepeda motor untuk pergi ke rumah sakit. Hal ini dilakukan lantaran mereka tak sanggup membayar biaya sewa mobil operasional desa yang dinilai terlalu mahal.

​Kondisi ini memancing respons cepat dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Melalui unggahan videonya, pria yang akrab disapa KDM ini menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga di level pelayanan kesehatan desa.

​Persoalan Klasik: Honor Sopir dan BBM

​Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa persoalan ambulans atau mobil desa yang tidak gratis bagi warga kurang mampu biasanya berakar pada dua masalah utama di tingkat birokrasi desa.

​”Di desa itu ada dua hal yang sering terjadi. Pertama, sopir ambulansnya seringkali tidak memiliki honor yang memadai. Kedua, anggaran BBM-nya seringkali juga tidak tersedia,” ujar Dedi Mulyadi.

​Kondisi inilah yang kerap membuat pihak desa terpaksa membebankan biaya operasional kepada warga yang membutuhkan, yang pada akhirnya justru menyulitkan mereka yang sedang dalam keadaan darurat.

​Solusi “Rereongan” Rp1.000

​Sebagai langkah antisipatif, Dedi mengusulkan konsep kearifan lokal yakni rereongan atau gotong royong warga.

​”Hal ini bisa diantisipasi dengan rereongan sapoe saribu (patungan seribu rupiah sehari). Sehingga warga bisa mengumpulkan uang tersebut untuk saling membantu satu sama lain, termasuk untuk biaya BBM ambulans dan honor sopirnya,” jelas Dedi.

​Janji Evaluasi ke Kepala Desa

​Tak hanya memberikan solusi jangka panjang, Dedi Mulyadi juga berjanji akan menindaklanjuti kasus spesifik di Desa Hegarmanah ini dengan menghubungi pihak terkait.

​”Nanti saya coba untuk menghubungi Kepala Desanya, apa yang menjadi faktor penyebab peristiwa ini terjadi,” tegasnya.

​Di akhir pernyataannya, Dedi kembali menekankan komitmennya untuk memperbaiki sistem pelayanan publik hingga ke pelosok Jabar. “Mohon maaf jika masih ada ketidaknyamanan dalam layanan kesehatan di tingkat desa. Haturnuhun,” ucapnya.