BERITA PANGANDARAN – Di sebuah sudut Desa Kertaharja, Kecamatan Cimerak, waktu seolah berhenti bagi Silvi. Remaja berusia 15 tahun itu kini hanya bisa menghabiskan hari-harinya di atas hamparan tikar tipis. Tubuhnya yang kian menyusut menjadi saksi bisu betapa cepat nasib bisa berbalik arah dalam kurun waktu satu tahun.
Semua bermula dari sebuah insiden di jalan raya. Setahun silam, Silvi mengalami kecelakaan sepeda motor yang mematahkan tulang betisnya. Prosedur medis pun ditempuh, termasuk pemasangan pen untuk menyambung tulang yang retak. Namun, malang tak dapat ditolak. Luka yang seharusnya mengering justru berubah menjadi infeksi menahun yang mengeluarkan cairan nanah.
Sejak saat itu, kesehatan Silvi merosot tajam. Bukan hanya soal kaki yang tak kunjung pulih, ia kini didera komplikasi mulai dari gizi buruk hingga gangguan paru-paru. Keterbatasan ekonomi membuat pihak keluarga terpaksa merawatnya seadanya di rumah, di tengah harapan yang kian menipis.
Kabar tentang kondisi getir Silvi akhirnya sampai ke telinga Brigpol Kuswandi, Bhabinkamtibmas Desa Kertaharja. Pada Senin 2 Februari 2026, Kuswandi menyambangi kediaman Silvi untuk melihat langsung kondisi warganya yang kian memprihatinkan tersebut.
Melihat urgensi kesehatan Silvi, aparat tidak tinggal diam. Langkah cepat diambil dengan melakukan koordinasi intensif bersama Kepala Puskesmas Legok Jawa. Hasilnya, pihak medis menyatakan kesiapan untuk memberikan penanganan lebih lanjut dan perawatan intensif bagi Silvi agar mendapatkan hak kesehatannya kembali.
”Ini adalah bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami berupaya melakukan problem solving terhadap permasalahan sosial yang ada, terutama menyangkut aspek kemanusiaan,” ujar perwakilan Polres Pangandaran dalam keterangan resminya.
Aksi responsif ini menjadi pengingat bagi publik bahwa di balik angka-angka statistik kesehatan, ada nyawa yang sedang berjuang melawan keterbatasan.
Bagi Silvi, kunjungan hari itu bukan sekadar prosedur administratif kepolisian, melainkan secercah cahaya setelah satu tahun mendekam dalam kelamnya infeksi dan gizi buruk.





