PANGANDARAN, CEKBER.com – Mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata, kini mencurahkan energinya untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga pesisir. Menjabat sebagai Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari, Jeje berambisi mentransformasi koperasi menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan modern.
Dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah unit usaha pada Senin 23 Februari 2026, Jeje menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengelola koperasi agar mampu bersaing di era saat ini.
Dari “Beras Paceklik” Menuju Manfaat Anggota
Salah satu agenda utama Jeje adalah memantau langsung pendistribusian beras kepada para anggota koperasi. Menariknya, ia memutuskan untuk mengubah istilah lama yang selama ini melekat di masyarakat.
”Barusan membagikan beras dalam konteks melengkapi manfaat KUD. Setiap tahun kita memberikan beras, dulu namanya beras paceklik. Tapi paceklik kan artinya sama dengan doa (buruk), jadi kita ubah namanya,” ujar Jeje saat ditemui di depan gerai KUD Mart.
Bagi Jeje, pemberian beras ini bukan sekadar bantuan saat masa sulit, melainkan bentuk nyata dari bagi hasil usaha yang dikelola secara profesional oleh koperasi untuk kesejahteraan nelayan.
Ambisi Akuisisi Ritel Modern
Langkah strategis lainnya yang menjadi sorotan adalah pengelolaan unit ritel. Saat ini, KUD Minasari menjalin kemitraan dengan Alfamart melalui KUD Mart. Namun, Jeje menegaskan, status bagi hasil saat ini hanyalah fase transisi.
Ia mematok target besar pada pertengahan tahun ini untuk mengambil alih kepemilikan penuh unit usaha tersebut. ”Ini bagian dari usaha KUD Minasari. Insya Allah bulan Juli nanti seluruh sahamnya milik KUD Minasari, sekarang masih fifty-fifty,” tegas Jeje.
Langkah akuisisi ini dinilai sebagai upaya untuk memastikan perputaran uang di sektor ritel Pangandaran kembali sepenuhnya ke kantong anggota koperasi.
Hilirisasi Produk Laut Unggulan
Selain sektor ritel, Jeje juga meninjau toko oleh-oleh yang memasarkan produk olahan laut hasil tangkapan nelayan lokal. Ia sempat berdialog dengan pengelola mengenai ketersediaan stok komoditas unggulan seperti cumi asin hingga ikan jambal roti.
”Kita lihat toko ikan. Ini ada jambal roti asli khas Pangandaran, ada juga cumi asin. Ini punya KUD, yang memberikan kontribusi terhadap keuntungan KUD setiap tahunnya,” kata Jeje sembari menunjukkan produk di dalam freezer.
Melalui hilirisasi ini, KUD Minasari berupaya memotong rantai pasar yang panjang, sehingga nelayan tidak hanya menjadi objek pasar, tetapi juga pemain kunci dalam rantai pasok ekonomi daerah.
Menuju Koperasi Modern
Revitalisasi yang dilakukan Jeje diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi anggota di tengah fluktuasi hasil tangkapan laut. Ia berkomitmen untuk terus mengembangkan unit-unit usaha baru yang relevan dengan kebutuhan pasar.
”Saya punya waktu sekarang, kita akan kembangkan terus,” pungkasnya sebelum beranjak menuju unit usaha lainnya.
Dengan kepemimpinan Jeje, KUD Minasari kini diproyeksikan menjadi percontohan koperasi nelayan yang berdaya saing tinggi dan mandiri secara finansial di Jawa Barat.





