PANGANDARAN, CEKBER.com – Pertumbuhan pesat sektor perhotelan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memicu kekhawatiran terkait dampak lingkungan. Anggota DPRD Pangandaran dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Otang Tarlian mengingatkan agar pembangunan penginapan tidak mengabaikan sistem pengelolaan limbah yang mumpuni.
Otang menilai, jika pertumbuhan industri ini tidak dibarengi dengan infrastruktur pengolahan limbah yang ramah lingkungan, risiko pencemaran terhadap sungai dan laut Pangandaran akan semakin besar.
“Pesatnya pertumbuhan hotel dan penginapan di Pangandaran harus diimbangi dengan sistem pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Limbah cair maupun padat berpotensi mencemari ekosistem jika tidak dikelola dengan baik,” kata Otang di Pangandaran, baru-baru ini.
Pariwisata Berkelanjutan sebagai Harga Mati
Menurut Otang, sektor pariwisata adalah tulang punggung perekonomian daerah. Oleh karena itu, menjaga kelestarian alam bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin keberlangsungan industri wisata itu sendiri.
“Pariwisata adalah aset utama kita. Jangan sampai rusak karena limbah industri perhotelan yang tidak terkontrol,” tegasnya.
Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Pangandaran melalui dinas terkait untuk memperketat pengawasan terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik hotel dan restoran. Otang juga meminta adanya penegakan aturan yang konsisten tanpa pandang bulu.
Dorong Sanksi Tegas dan Kebijakan Baru
Lebih lanjut, Otang menambahkan, DPRD siap mengawal lahirnya kebijakan daerah yang lebih berpihak pada perlindungan ekosistem. Namun, ia juga menggarisbawahi pentingnya pendampingan bagi pelaku usaha agar mereka mampu memenuhi standar pengelolaan limbah yang ditetapkan.
Poin-poin penting yang disoroti DPRD:
- Pengawasan Ketat: Memastikan seluruh hotel memiliki IPAL yang berfungsi optimal.
- Sanksi Tegas: Penindakan bagi pelaku usaha yang terbukti membuang limbah langsung ke lingkungan.
- Kolaborasi: Kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat lokal.
- Visi Jangka Panjang: Mewujudkan Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan yang selaras dengan kelestarian alam.
“Kalau lingkungan rusak, wisatawan juga akan pergi. Pengelolaan limbah harus menjadi komitmen bersama,” tutur Otang.
Ia berharap ke depannya Pangandaran mampu menjadi contoh daerah yang sukses menjaga keseimbangan antara akselerasi pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup.





