WARTA  

Di Balik Bencana Aceh, Ada Relawan PMI Pangandaran yang Mengabdi Tanpa Pamrih

BERITA PANGANDARAN – Misi kemanusiaan di wilayah bencana Sumatera akhirnya berakhir bagi Yosep R Firdaus. Pegawai Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran itu resmi kembali ke Pangandaran, Jawa Barat, Jumat 9 Januari 2026 usai menjalankan tugas sebagai satu-satunya relawan PMI Pangandaran yang diterjunkan langsung ke lokasi bencana di Aceh.

Kepulangan Yosep disambut suasana haru. Setelah berhari-hari berada di daerah terdampak bencana, ia akhirnya kembali ke pelukan keluarga. Istri dan anaknya menyambut dengan pelukan hangat, menandai berakhirnya masa penugasan yang penuh risiko dan pengorbanan.

Selama bertugas di Aceh, Yosep terlibat langsung dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, mulai dari pendampingan korban, penyaluran bantuan, hingga pemberian dukungan moril kepada masyarakat terdampak. Di tengah keterbatasan personel dan situasi darurat, ia menjalankan tugas tanpa banyak sorotan, mengedepankan nurani dan tanggung jawab kemanusiaan.

Baca juga:  Jangan Panik Saat Kebakaran Kecil, Ini Cara Gunakan APAR dengan Benar

“Alhamdulillah sudah kembali dengan selamat. Ini semua untuk kemanusiaan,” ujar Yosep singkat saat ditemui setibanya di Pangandaran.

Ketua PMI Pangandaran, Joe Irwan Suwarsa menyampaikan apresiasi atas dedikasi Yosep selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, penugasan ke wilayah bencana bukan perkara ringan karena relawan membawa tanggung jawab besar sekaligus risiko keselamatan.

“Insyaallah kami berencana menggelar syukuran di markas PMI Pangandaran sebagai bentuk rasa syukur atas kepulangan Yosep yang telah menjalankan tugas kemanusiaan dengan baik,” kata Joe saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Joe menegaskan, kehadiran Yosep di Aceh menjadi representasi PMI Pangandaran dalam situasi darurat nasional. Dedikasi serta keselamatannya merupakan kebanggaan tersendiri bagi seluruh jajaran PMI.

Baca juga:  Sendratari Musikal 'Nini Antéh Ngabungbang Jaman', Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi di Pangandaran

“Yang terpenting adalah keselamatan relawan dan manfaat yang dirasakan masyarakat terdampak,” tambahnya.

Kisah kepulangan Yosep menjadi pengingat bahwa di balik setiap operasi kemanusiaan, terdapat pengabdian tanpa pamrih serta keluarga yang setia menunggu dengan doa.

PMI Pangandaran berharap semangat kemanusiaan tersebut terus terjaga dan menginspirasi kepedulian lintas daerah, bahkan lintas pulau.

error: Content is protected !!