​CIAMIS, CEKBER.com – Deru napas sapi dan aroma rumput segar menyambut rombongan di Desa Rancah, Kabupaten Ciamis, Sabtu 25 April 2026. Di sana, sebuah bangunan bukan sekadar tegak berdiri sebagai struktur fisik, melainkan menjadi simbol tuntasnya sebuah janji dan aspirasi.

​Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, hadir langsung untuk meresmikan kandang sapi milik Kelompok Tani Mukti Raharja. Peresmian ini merupakan tindak lanjut konkret dari dialog panjang antara Ida dengan perangkat desa dan warga setempat pada masa reses sebelumnya.

​Dari Aspirasi Menjadi Solusi

​Kisah ini bermula dari keluhan Kepala Desa Rancah mengenai minimnya fasilitas peternakan yang layak. Tanpa kandang yang memadai, produktivitas ternak warga sulit merangkak naik, sementara risiko kesehatan hewan selalu membayangi.

​”Ini bukan sekadar membangun tembok dan atap. Ini adalah bentuk kolaborasi dan komitmen untuk memastikan ekonomi masyarakat desa bisa berdiri di kaki sendiri,” ujar Ida Nurlaela di sela-sela peninjauan fasilitas.

​Mendorong Produktivitas Lokal

​Fasilitas baru ini dirancang untuk menunjang manajemen peternakan yang lebih modern dan higienis. Dengan kandang yang layak, diharapkan:

  • ​Kesehatan Ternak: Pemantauan sanitasi menjadi lebih terkontrol.
  • ​Kualitas Produksi: Sapi yang terawat dengan baik akan menghasilkan kualitas daging dan reproduksi yang lebih unggul.
  • ​Efisiensi Kerja: Memudahkan anggota kelompok tani dalam pengelolaan pakan dan limbah.

​Komitmen Ekonomi Berkelanjutan

​Ida, yang kini duduk di Komisi VI DPR RI, menekankan bahwa kemandirian ekonomi harus dimulai dari sektor-sektor akar rumput seperti peternakan. Baginya, dukungan terhadap kelompok tani adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan keluarga di pedesaan.

​”Semoga kandang sapi ini menjadi langkah awal bagi peningkatan kesejahteraan warga, memperkuat sektor peternakan lokal, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi keluarga di Desa Rancah,” ucapnya.

​Peresmian ini diakhiri dengan silaturahmi hangat bersama warga, menegaskan kembali peran wakil rakyat sebagai penyambung lidah yang tak sekadar mendengar, tapi juga menghadirkan bukti nyata di lapangan.