PANGANDARAN, CEKBER.com – Di sela riuh rendah suara ombak yang menghantam tebing Pantai Keusik Luhur, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami berdiri dengan tegap di balik podium. Kehadirannya sore itu, Kamis 19 Maret 2026, bukan sekadar protokoler, melainkan sebuah penegasan atas posisi strategis Pangandaran dalam peta astronomi Islam di Indonesia.
Dalam sambutannya yang hangat namun sarat makna, Citra Pitriyami mengungkapkan ambisinya untuk membawa Pangandaran menjadi daerah yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual.
”Saya ingin Pangandaran menjadi daerah yang maju, masyarakatnya sejahtera. Tapi lebih dari itu, saya ingin Pangandaran menjadi daerah yang baldatun tayyibatun warabbun ghafur,” ujar Citra di hadapan para tokoh lintas sektoral yang hadir dalam kegiatan Rukyatul Hilal.
Citra menuturkan, tanggung jawab sebagai pemimpin daerah adalah amanah yang berat, yang pertanggungjawabannya tidak hanya diukur oleh manusia, tetapi juga oleh Sang Pencipta. Hal inilah yang mendorongnya untuk memberikan dukungan penuh, termasuk dalam penyediaan infrastruktur dan dukungan anggaran bagi kegiatan keagamaan strategis seperti pemantauan hilal.
Validasi Ilmiah dan Sinergi Ulama-Akademisi
Lokasi Pantai Keusik Luhur (Blok Pasirlasih) sendiri bukanlah pilihan sembarang. Citra memaparkan, lokasi tersebut telah melewati proses verifikasi dan validasi komprehensif oleh tim ahli dari Badan Hisab Rukhyat Daerah (BHRD) Provinsi Jawa Barat, yang diperkuat oleh akademisi di bidang astronomi dan ilmu falak.
”Kondisi geografis yang mendukung serta tingkat visibilitas yang baik menjadikan lokasi ini sangat representatif. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua bahwa Pangandaran memiliki peran strategis dalam kegiatan keagamaan berskala nasional,” ujarnya.
Bagi Citra, momen pemantauan hilal adalah bukti nyata bahwa Islam sangat mengedepankan keseimbangan antara wahyu dan ilmu pengetahuan. Keputusan yang diambil dalam Sidang Isbat nantinya adalah produk kolaborasi yang presisi antara kearifan ulama dan akurasi sains.
Sentuhan Personal dan Edukasi Umat
Di tengah suasana formal, Citra sempat melontarkan candaan ringan tentang naskah sambutannya yang “mendadak”, sebuah gestur yang menunjukkan kedekatannya dengan staf dan masyarakat. Namun, di balik kelakar tersebut, ia secara serius mengajak masyarakat untuk melihat proses ini sebagai sarana edukasi.
”Kegiatan ini mengajarkan kita untuk selalu menggunakan pendekatan yang rasional, terukur dan penuh kehati-hatian dalam menjalankan ibadah,” jelasnya.
Menutup sambutannya, di ambang berakhirnya bulan suci Ramadan, Bupati Citra Pitriyami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang bertugas di lapangan. Ia berharap, ikhtiar di Pantai Keusik Luhur ini dapat memberikan kepastian ibadah bagi seluruh umat Muslim di tanah air.





