PANGANDARAN, CEKBER.com – Upaya pencarian terhadap Muhammad Lutfi (14), pelajar asal Desa Babakan yang hilang terseret arus di Pantai Timur Pangandaran, memasuki fase krusial pada Jumat siang, 27 Maret 2026. Tim selam gabungan kini mulai memfokuskan pencarian di area dalam kawasan dermaga Cileutik dengan metode penyisiran dasar laut.
”Kami dari teman-teman selam Pangandaran dan Batukaras akan melakukan pencarian di area dalam dengan metode pemasangan jaring dan penyelaman penyisiran di dasar bagian dalam,” ujar salah satu perwakilan tim selam dalam koordinasi melalui pesan suara.
Siasat Menghadang Arus
Kondisi arus yang masih pasang menjadi tantangan utama bagi tim SAR gabungan. Berdasarkan analisis tim di lapangan, terdapat kemungkinan besar tubuh korban masih tertahan di area dalam palung atau sekitar struktur bangunan dermaga.
Untuk mengantisipasi pergerakan korban akibat arus pasang yang diprediksi berlangsung selama 3 hingga 4 jam ke depan, tim penyelam memasang jaring pengaman di titik-titik tertentu. Area tersebut nantinya akan ditandai dengan pelampung (kumbul) sebagai batas zona penyisiran intensif.
Satu Keluarga, Satu Duka
Kepala Desa Babakan, Undang Herdi mengonfirmasi, seluruh korban dalam insiden ini merupakan satu keluarga besar warga Desa Babakan. Peristiwa nahas ini bermula saat Muhammed Hairan Azam (11) terseret arus saat bermain di pinggir pantai.
Melihat adiknya dalam bahaya, Muhammad Lutfi (14) bersama kerabat lainnya, Yudit, langsung berupaya menolong. Meski Hairan Azam berhasil diselamatkan oleh Yudit, Lutfi justru terjebak arus balik yang sangat kuat dan hilang dari pandangan dalam hitungan detik.
Zona Terlarang yang Mematikan
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari menegaskan, lokasi kejadian di belakang Akuarium Indonesia ini bukanlah zona wisata resmi. Area PPI Cikidang dikenal memiliki karakteristik arus bawah yang ganas dan tidak diperuntukkan bagi aktivitas berenang.
”Kami memohon kepada masyarakat untuk tidak berenang di area yang bukan zona wisata. Gunakanlah fasilitas pantai yang sudah disiapkan pemerintah daerah,” tegas Ikrar.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari Satpolairud Polres Pangandaran, Basarnas dan relawan lokal masih terus berjaga dan melakukan penyisiran di tengah kondisi cuaca yang menantang.






Tinggalkan Balasan