PANGANDARAN, CEKBER.com – Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggelar kegiatan dzikir, doa, dan dakwah yang dirangkaikan dengan penyerahan AGPAII Award 2026, Selasa 27 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pendopo, Kantor Bupati Pangandaran tersebut menjadi momentum peringatan Milad ke-8 AGPAII sekaligus bagian dari rangkaian Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran, Hari Santri Nasional (HSN), dan Hari Guru Nasional (HGN).
Selain memperkuat silaturahmi dan spiritualitas, kegiatan ini menegaskan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun karakter peserta didik melalui pendidikan, keteladanan, dan inovasi pembelajaran.
Rangkaian acara juga diisi dengan Lomba Da’i PAI Panca Waluya tingkat Kabupaten Pangandaran sebagai upaya menumbuhkan generasi muda yang berakhlak, percaya diri, dan mampu menyampaikan dakwah secara santun.
AGPAII Award Apresiasi Pengabdian dan Prestasi
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan AGPAII Award 2026 kepada para pendiri AGPAII Kabupaten Pangandaran, guru berprestasi, serta peserta didik yang menorehkan capaian di berbagai bidang.
Penghargaan diserahkan atas nama Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, S.H., melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pangandaran, H. Nana Sutisna, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Darso.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi para pendiri dalam membangun organisasi, dedikasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta kerja keras peserta didik dalam meraih prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Ketua DPD AGPAII Pangandaran, Yusup Sidiq, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan, Milad ke-8 harus menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian sekaligus memperluas kontribusi guru PAI bagi masyarakat.
Menurutnya, AGPAII perlu terus berkembang sebagai ruang kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi guru, mendorong inovasi pembelajaran, dan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada peserta didik.
“AGPAII tidak boleh hanya hadir sebagai organisasi profesi, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Gerakan yang menguatkan spiritualitas, meningkatkan profesionalisme guru, menghadirkan pembelajaran yang inovatif, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada peserta didik,” ujar Yusup.
Ia menegaskan, guru PAI tidak cukup hanya menyampaikan materi keagamaan di ruang kelas, tetapi juga harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Yusup berharap AGPAII Award dapat memotivasi para guru dan peserta didik untuk terus berkarya, mengabdi, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Pemerintah Dorong Kolaborasi Pendidikan Karakter
Dukungan terhadap penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda juga disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Pangandaran, H. Nana Sutisna, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi guru, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai diperlukan untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak, serta memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Pendidikan agama memiliki posisi strategis dalam membangun karakter masyarakat. Karena itu, pembinaan keagamaan dan penguatan nilai-nilai moral perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui keterlibatan berbagai pihak,” kata Nana.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar di Disdikpora Pangandaran, Anisa Suliastini, M.Pd., menyoroti pentingnya penanaman karakter sejak jenjang pendidikan dasar.
Ia menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui pencapaian akademik, tetapi juga dari terbentuknya sikap disiplin, tanggung jawab, perilaku positif, dan akhlak mulia.
“Guru PAI memiliki peran penting dalam membangun budaya positif di sekolah. Melalui pembiasaan keagamaan, keteladanan, dan pembelajaran yang menarik, nilai-nilai kebaikan diharapkan dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari,” kata Anisa.

Siswa dan Guru Torehkan Prestasi Tingkat Jawa Barat
AGPAII Award 2026 juga menjadi panggung apresiasi bagi insan pendidikan yang berhasil menunjukkan prestasi dan inovasi.
Salah satu penerima penghargaan adalah Syahda Banyu Nurudzati dari SMAN 1 Mangunjaya yang meraih Juara I Lomba Video Kreatif Silatbar Rohis Jawa Barat.
Selain itu, penghargaan diberikan atas sejumlah capaian peserta didik dalam ajang PENTAS PAI tingkat Jawa Barat serta prestasi guru dalam inovasi pembelajaran, fasilitasi pendidikan, dan pengembangan konten digital.
Apresiasi juga diberikan kepada Nishfa Farid Rijal, guru PAI SMKN 1 Pangandaran, yang masuk dalam 10 terbaik tingkat Jawa Barat dalam konten budaya perpustakaan tingkat provinsi. Ia juga menghasilkan karya literasi berjudul Surfing Sufism: Buku Sufi Urban.
Syahda mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia berharap apresiasi tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan karya positif.
Menurutnya, dukungan guru dan lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam mendorong generasi muda untuk terus berinovasi dan berprestasi.
Lomba Da’i Panca Waluya Bangun Generasi Berkarakter
Setelah rangkaian dzikir, doa, tausiah, dan penyerahan penghargaan, kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Da’i PAI Panca Waluya tingkat Kabupaten Pangandaran pada pukul 13.00–16.30 WIB.
Lomba tersebut menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda untuk mengembangkan keberanian tampil di depan publik, kemampuan berkomunikasi, wawasan keislaman, serta keterampilan menyampaikan pesan dakwah secara santun dan inspiratif.
Konsep Panca Waluya yang mencakup nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer menjadi landasan dalam membentuk generasi yang sehat, berperilaku baik, berintegritas, cerdas, dan terampil.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penampilan seni Islami, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta dzikir dan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, KH. Harun Al Aziz.
Kegiatan juga diisi tausiah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, KH. Asep Bahria, S.Ag., M.Pd.I.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, AGPAII berupaya mengintegrasikan penguatan spiritualitas, pengembangan kompetensi, dan pembinaan karakter dalam satu gerakan pendidikan.
Delapan Tahun Mengabdi, Perkuat Peran Guru PAI
Memasuki usia ke-8, AGPAII Kabupaten Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan membangun generasi berkarakter.
Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai teladan yang membantu membentuk sikap, moral, dan masa depan peserta didik.
Karena itu, sinergi antara AGPAII, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, satuan pendidikan, serta masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Pangandaran.
Melalui Milad ke-8 ini, AGPAII ingin memperluas manfaat organisasi, tidak hanya bagi para guru PAI, tetapi juga bagi peserta didik dan masyarakat.
Penguatan kompetensi guru, penghargaan terhadap prestasi, serta pembiasaan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan Pangandaran yang maju, berkualitas, dan berkarakter.






Tinggalkan Balasan