PANGANDARAN, CEKBER.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran sejak Sabtu sore, 14 Februari 2026, memicu rentetan bencana tanah longsor di beberapa titik. Salah satu lokasi terparah berada di Jalur Padaherang-Panyutran, Dusun Burujul, Desa Padaherang, yang mengakibatkan akses transportasi warga terhambat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran Dodo Kusnadi mengungkapkan, longsor di wilayah tersebut memiliki dimensi yang cukup besar dengan ketinggian tebing yang terjal.
Mitigasi dan Usulan Bantuan Provinsi
Dodo menjelaskan, longsor tidak hanya terjadi di satu titik. Sebelumnya, material longsor sepanjang 100 meter sempat menutup jalan di Desa Babakanjaya. Khusus untuk wilayah Padaherang, pihaknya tengah mengusulkan langkah mitigasi struktural berupa pemasangan bronjong.
”Kami sedang mengusulkan pemasangan bronjong agar tidak terjadi longsor susulan, karena di atas tebing tersebut terdapat bangunan Sekolah Dasar (SD). Kami mengharapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi maupun Pusat untuk penanganan ini,” ujar Dodo Kusnadi.
Dodo pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat prediksi BMKG menunjukkan cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga akhir Februari untuk wilayah Jawa Barat. Dan hingga Maret untuk pulau Jawa secara umum.
Dampak pada Fasilitas Pendidikan
Kepala Desa Padaherang Iman Suwangsa Hendra Komara membenarkan, bahwa longsor terjadi tepat di depan SDN 4 Padaherang pada pukul 19.00 WIB. Hujan yang mengguyur selama hampir 4 jam mengakibatkan saluran air tidak mampu menampung debit air hingga meresap dan melabillkan struktur tanah yang berbatu.
”Sejak semalam akses jalan sudah kami alihkan ke jalur alternatif. Hari ini, alhamdulillah, berkat koordinasi cepat dengan BPBD, alat berat sudah dikerahkan untuk melakukan evakuasi material tanah,” kata Iman di lokasi kejadian.
Iman menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 4 Padaherang dapat berjalan aman tanpa dibayangi ancaman longsor susulan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari Tagana, BPBD, perangkat desa, serta masyarakat setempat masih bahu-membahu membersihkan sisa material di badan jalan. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materiil berupa rusaknya pondasi tebing jalan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.





