PANGANDARAN, CEKBER.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, selama tiga jam memicu terjadinya tanah longsor pada Sabtu malam, 14 Februari 2026. Material longsor dilaporkan menutup akses jalan utama yang menghubungkan Desa Padaherang dengan Desa Panyutran.

​Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tepat di depan Kantor Desa Padaherang yang berbatasan langsung dengan SDN 4 Padaherang, Dusun Burujul RT 08/RW 06.

​Pondasi Jalan Rusak

​Berdasarkan laporan hasil asesmen anggota Tagana Kabupaten Pangandaran Kusnadi, longsor tersebut mengakibatkan kerusakan pada struktur pondasi tebing badan jalan. Dua warga setempat, Ajat dan Ade, menjadi saksi pertama yang melaporkan kejadian tersebut setelah material tanah menutup permukaan aspal.

​Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, aktivitas transportasi warga sempat lumpuh total karena tumpukan material yang cukup tebal.

​Gotong Royong dan Kebutuhan Alat Berat

Merespons kejadian tersebut, anggota Tagana bersama aparatur Pemerintah Desa Padaherang dan masyarakat setempat segera melakukan aksi tanggap darurat. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu menyingkirkan material tanah agar jalan setidaknya dapat dilalui kendaraan secara terbatas.

​”Masyarakat, perangkat desa dan Tagana langsung berupaya gotong royong membereskan tanah yang longsor agar aktivitas warga yang melalui jalan itu sedikit bisa lewat,” tulis laporan resmi Tagana Pangandaran, Sabtu malam.

​Namun, karena volume material longsor dan kerusakan pondasi jalan yang cukup serius, penanganan manual dianggap belum maksimal. Hingga berita ini diturunkan, kebutuhan akan alat berat mini menjadi hal mendesak guna mempercepat pembersihan jalan dan mencegah longsor susulan.

​Pihak berwenang mengimbau warga yang melintasi jalur Padaherang-Panyutran untuk tetap waspada, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.