PANGANDARAN, CEKBER.com – Keasrian Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, kini terusik. Di balik keriuhan wisatawan yang menikmati ombak, terselip keluhan pedas warga dan pedagang terkait aliran limbah cair yang diduga berasal dari Hotel S. Pembuangan air kotor ini mengalir tanpa hambatan, langsung menyentuh bibir pantai yang menjadi wajah pariwisata unggulan daerah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu 22 Maret 2026, pemandangan nampak kontras. Aliran air berwarna keruh dengan bau menyengat merembes melalui parit terbuka dari area depan Hotel S. Cairan itu melintasi jalan raya, membelah pasir, hingga menciptakan genangan kotor tepat di tengah deretan lapak pedagang.
”Sangat terganggu, Mas. Baunya menusuk, apalagi kalau siang hari pas matahari terik. Pengunjung jadi risih dan malas mampir ke sini,” ujar seorang pedagang yang meminta jati dirinya dirahasiakan.
Keluhan Menahun yang Menguap
Masalah ini rupanya bukan perkara baru. Warga mengklaim bahwa keresahan mereka telah berkali-kali dilayangkan, baik kepada pihak manajemen Hotel S maupun instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Namun, hingga kini, aliran limbah tersebut seolah dibiarkan menjadi “pemandangan rutin” yang mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Genangan yang memutus akses di area jualan ini tak hanya merusak estetika pantai, tapi juga mengancam kesehatan lingkungan. Warga kini mempertanyakan komitmen pengelola hotel terhadap standarisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang seharusnya menjadi syarat mutlak operasional bisnis penginapan di kawasan pesisir.
”Kami sudah sampaikan keluhan kami, tapi sampai sekarang belum ada respons nyata. Kami mohon agar pihak hotel tidak hanya memikirkan keuntungan, tapi juga peduli kebersihan lingkungan,” tambahnya dengan nada getir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Hotel S belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan rusaknya sistem pembuangan mereka yang mencemari area publik tersebut.
Sementara itu, warga hanya bisa menanti ketegasan pemerintah daerah sebelum citra Pantai Barat Pangandaran benar-benar luntur oleh aroma tak sedap.






Tinggalkan Balasan