PANGANDARAN,CEKBER.com – Geliat pariwisata di Kabupaten Pangandaran pada kuartal pertama 2026 menunjukkan performa yang mengesankan namun juga menyisakan catatan kritis. Berdasarkan data terbaru per Kamis, 26 Maret 2026 pukul 08.45 WIB, serapan retribusi dari sektor pelesir ini telah menyentuh angka Rp 16,53 miliar, atau sekitar 33,07% dari target yang ditetapkan pemerintah daerah tahun ini.

​Laju pundi-pundi daerah ini sejalan dengan masifnya arus kunjungan wisatawan. Data rekapitulasi menunjukkan sebanyak 365.724 orang telah memadati kawasan pesisir selatan Jawa Barat tersebut dalam enam hari terakhir (21-26 Maret 2026). Titik puncak kunjungan terjadi pada Senin (23/3), dengan jumlah harian menembus 104.771 wisatawan.

​Dominasi Pantai Utama dan “Senin Cloudy”

​Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dalam wawancara eklusif dengan awak media pada Kamis ini membenarkan lonjakan luar biasa pada hari Senin tersebut. “Hari Senin memang kita agak crowded (padat). Pengunjungnya luar biasa, melampaui rata-rata,” akunya.

​Data transaksi harian memperkuat pernyataan Bupati. Pintu Utama (Gateway) mencatat aktivitas tertinggi dengan 1.547 transaksi, disusul Pintu Pantai Timur dengan 421 transaksi.

Berikut adalah sebaran kunjungan per objek wisata (kumulatif 21-26 Maret):

  • ​Pantai Pangandaran: 221.583 orang
  • ​Pantai Batukaras: 66.002 orang
  • ​Pantai Karapyak: 32.809 orang
  • ​Pantai Madasari: 24.998 orang
  • ​Pantai Batu Hiu: 14.442 orang
  • ​Green Canyon: 5.890 orang

​Karut-marut Shuttle Bus: Bupati Pasang Badan

​Meskipun pendapatan meroket, manajemen mobilitas wisatawan menjadi titik lemah. Layanan bus pengumpan atau shuttle bus yang seharusnya mengurai kemacetan justru menjadi sumber keluhan. Citra Pitriyami secara ksatria mengakui adanya kelemahan koordinasi dan minimnya armada.

​”Ini mungkin kekurangan dari kami. Masih banyak (wisatawan) yang belum tahu ada shuttle bus. Terjebak kemacetan parah di hari Senin, waktu tunggu jadi sangat lama,” ungkap Citra.

Ia juga mengakui ketimpangan jumlah armada. “Kita hanya punya 12 unit bus, sedangkan wisatawannya sebanyak itu. Sebagai pemimpin, saya yang salah. Koordinasi saat itu juga kurang baik.” ucapnya.

​PAD Wisata untuk Pembangunan Jalan Desa

​Di tengah evaluasi operasional, Citra menegaskan komitmennya untuk mengembalikan dana PAD yang berhasil dihimpun langsung kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dasar.

​”Uang hasil PAD itu ya untuk pembangunan, terutama jalan-jalan. Target saya tahun ini kita sudah mulai membangun jalan desa, termasuk beberapa desa penghubung,” tegas Citra. Skala pembangunan akan disesuaikan dengan realisasi akhir pendapatan untuk memastikan efisiensi anggaran.

​Dengan realisasi pendapatan harian yang masih dinamis, Citra optimis target tahunan akan tercapai. “Sampai jam 12 malam nanti kita lihat lagi. Mudah-mudahan besok naik lagi supaya target bisa tercapai,” terangnya.

Tantangan kini adalah menjaga tren positif ini sambil memperbaiki manajemen layanan di lapangan agar pariwisata Pangandaran benar-benar memberikan dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.