BERITA ​PANGANDARAN – Ratusan pelajar di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, kini bisa bernapas lega. Akses utama mereka, Jembatan Setia, yang menghubungkan Desa Putrapinggan dan Desa Ciparakan, akhirnya dibangun ulang setelah sebelumnya rusak parah dan roboh.

​Pembangunan kembali jembatan ini diinisiasi oleh Kepolisian Resor (Polres) Pangandaran sebagai respons atas terhambatnya mobilitas warga. Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh AKBP Ikrar Potawari, pada Jumat 23 Januari 2026.

​Urat Nadi Pendidikan dan Ekonomi

​Kerusakan Jembatan Setia sebelumnya menjadi persoalan serius bagi warga setempat. Jembatan ini merupakan akses vital bagi sekitar 400 pelajar, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk menuntut ilmu.

​Robohnya jembatan memaksa siswa dan warga melintasi jalur yang berisiko atau memutar lebih jauh.

​”Ini bukan sekadar soal keamanan dan ketertiban, tetapi menjawab kebutuhan dasar warga yang berdampak langsung pada keselamatan, pendidikan, dan perekonomian,” ujar Ikrar di lokasi pembangunan.

​Instruksi Presiden

​Menurut Ikrar, langkah Polres Pangandaran turun tangan dalam pembangunan infrastruktur desa ini merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri. Instruksi tersebut meminta kepolisian aktif membantu pembangunan jembatan di pedesaan yang menjadi akses krusial masyarakat.

​Polres Pangandaran berkomitmen mengawal proyek jembatan dengan panjang 20 meter dan lebar 1,2 meter ini hingga tuntas. Tujuannya agar konektivitas antar-desa segera pulih dan warga tidak lagi dihantui rasa waswas saat menyeberang.

​”Kami pastikan prosesnya dikawal sampai selesai agar bisa segera dimanfaatkan secara layak,” kata Ikrar.

​Langkah ini mendapat respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sinergi antara kepolisian dan warga diharapkan dapat mempercepat pemulihan akses ekonomi dan pendidikan di wilayah perbatasan desa tersebut.