Berita  

Angin Kencang Hantam Pangandaran, Rumah Dua Lansia di Ciganjeng Rusak

Foto: Tagana Pangandaran. ist

BERITA ​PANGANDARAN – Cuaca ekstrem berupa angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada akhir pekan lalu. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu siang, 24 Januari 2026, sekitar pukul 12.30 WIB ini mengakibatkan kerusakan parah pada tempat tinggal dua warga lanjut usia (lansia) di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang.

​Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran melaporkan, insiden terpusat di Dusun Cihideung. Meski kerugian materiil tak terhindarkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

​Rumah Buruh Tani Ambruk

​Kerusakan terparah dialami oleh Dinem, seorang lansia berusia 80 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Rumahnya di Dusun Cihideung RT 001/RW 008 ambruk rata dengan tanah. Struktur bangunan yang sudah lapuk termakan usia tak kuasa menahan hembusan angin kencang.

Baca juga:  PAW Ketua MUI Pangandaran Resmi Dikukuhkan, Didorong Aktif Kawal Kebijakan Pemerintah Sesuai Syariah

​Saat kejadian, Dinem tidak berada di tempat. Lansia kelahiran Ciamis ini sedang mengungsi ke rumah anaknya karena kondisi kesehatan yang menurun. “Korban dalam kondisi sakit dan sedang berada di rumah anaknya yang terdekat,” tulis laporan Tagana. Kini, Dinem kehilangan tempat bernaung satu-satunya.

​Petani Selamat dari Pohon Tumbang

​Tak jauh dari lokasi pertama, tepatnya di RT 003/RW 007, nasib serupa menimpa Dedi (71 tahun). Sebuah pohon kelapa tumbang menghantam rumah petani kelahiran 1954 ini hingga menyebabkan kerusakan berat pada sebagian bangunan.

​Dedi lolos dari maut karena saat pohon tersebut tumbang, ia tengah menjemur pakaian di halaman. Meski selamat, Dedi menghadapi dilema. Petugas di lapangan melaporkan bahwa duda cerai mati ini menolak untuk direlokasi, meskipun kondisi rumahnya membahayakan.

Baca juga:  Sering Terjadi Insiden, Pasar Desa Ciganjeng Padaherang Dikeluhkan Warga

​”Upaya dari pemerintahan desa sudah menyuruh pindah sejak Oktober tahun lalu, tetapi korban tetap menolak,” ujar petugas Tagana. Hingga kini, Dedi masih bertahan di sisa bangunan rumahnya.

​Langkah Penanganan

​Enam personel Tagana diterjunkan untuk membersihkan puing-puing dan melakukan pendataan. Berdasarkan asesmen lapangan, kebutuhan mendesak bagi kedua lansia ini meliputi terpal untuk atap sementara, sembako, peralatan masak, dan kasur.

​Pihak Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD Pangandaran untuk penyaluran bantuan logistik secepatnya.