BERITA PANGANDARAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pangandaran pada awal Tahun Anggaran 2026 masih terbatas. Hingga 21 Januari 2026, PAD yang masuk ke kas daerah tercatat sebesar Rp13,88 miliar atau sekitar 7,16 persen dari target murni Rp193,86 miliar.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran Jumsa mengatakan, penerimaan tersebut berasal dari 21 jenis pendapatan daerah yang mulai ditarik sejak awal Januari.
“Seluruh pendapatan langsung disetorkan ke kas daerah melalui BPKAD sesuai kode rekening masing-masing,” kata Jumsa, Senin 26 Januari 2026.
Dari sektor pajak daerah, realisasi baru mencapai Rp7,43 miliar atau 5,53 persen dari target Rp134,41 miliar. Kontribusi terbesar masih ditopang oleh Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), terutama jasa perhotelan yang menyumbang Rp2,96 miliar dari target Rp30 miliar.
Selain itu, PBJT tenaga listrik terealisasi Rp1,75 miliar dari target Rp23,27 miliar, serta PBJT makanan dan minuman sebesar Rp1,02 miliar dari target Rp15 miliar.
Sementara itu, penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih rendah. Dari target gabungan Rp40 miliar, realisasi baru menyentuh Rp650,91 juta atau 1,63 persen.
Opsen Pajak dan Retribusi
Jumsa menyebutkan, untuk sektor opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), realisasi tercatat Rp915 juta atau 4,20 persen dari target Rp21,77 miliar.
Adapun dari retribusi daerah, realisasi relatif lebih tinggi. Hingga 21 Januari, retribusi daerah telah mencapai Rp6,44 miliar atau 10,85 persen dari target Rp59,45 miliar.
“Penyumbang terbesar berasal dari retribusi sektor pariwisata yang dikelola Bapenda, dengan realisasi Rp5,98 miliar dari target Rp50 miliar. Retribusi Dinas Perhubungan menyumbang Rp263,31 juta, disusul Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sebesar Rp50,92 juta,” terang Jumsa.
Namun, kata Jumsa, sejumlah perangkat daerah seperti Dinas PUPR dan DKPKP belum mencatatkan realisasi retribusi pada periode ini. Meski demikian, pihaknya optimistis capaian PAD akan meningkat dalam bulan-bulan berikutnya.
Menurutnya, Bapenda akan memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan daerah. “Ini masih awal tahun. Aktivitas ekonomi dan pariwisata akan mendorong peningkatan PAD,” ucapnya.






