WARTA  

Angin Kencang Tumbangkan Pohon Randu di Pangandaran, Lansia Dievakuasi Pakai Tandu Sarung

Foto: dok/tagana pangandaran

Rumah pasutri lansia di Cisepan, Desa Ciakar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, rusak tertimpa pohon randu raksasa akibat angin kencang. Proses evakuasi berlangsung dramatis, korban ditandu menggunakan sarung.

BERITA ​​PANGANDARAN – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah selatan Jawa Barat kembali memakan korban materil. Sebuah pohon randu (Ceiba pentandra) berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga di Blok Cisepan, Dusun Ciakar, Desa Ciakar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, pada Rabu 21 Januari 2026 sore.

​Insiden yang terjadi sekitar pukul 15.40 WIB itu bermula saat angin kencang menerjang kawasan tersebut. Pohon randu tua yang berdiri tak jauh dari pemukiman tak kuat menahan hembusan angin hingga akhirnya roboh dan menghantam atap rumah semi permanen milik pasangan suami istri lanjut usia (lansia), Apud (81) dan Romsah (74).

Baca juga:  Perbaiki Lantai Masjid Al Hikmah, Warga Bojongmalang Jaga Tradisi Gotong Royong

​Evakuasi Dramatis

​Kepanikan sempat terjadi sesaat setelah batang pohon menghancurkan sebagian atap rumah. Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, proses evakuasi penghuni rumah berlangsung dramatis. Warga sekitar dengan sigap membopong Romsah, karena tak mampu berjalan, menggunakan kain sarung, teknik tandu darurat khas pedesaan untuk menjauh dari lokasi bahaya menuju tempat yang lebih aman.

​”Awas, pelan-pelan,” terdengar suara warga yang berhati-hati mengevakuasi korban melewati jalan setapak yang licin.

​Respons Cepat Tagana

​Menerima laporan darurat dari warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran langsung bergerak ke lokasi kejadian.

​Setibanya di lokasi, personel Tagana dengan seragam biru-oranye langsung memanjat atap rumah yang ringsek. Deru gergaji mesin (chainsaw) memecah keheningan sore itu saat petugas memotong dahan-dahan besar yang melintang di atas genting.

Baca juga:  Bupati Pangandaran Luncurkan Program Pendidikan Karakter 'Melesat' di SMPN 2 Parigi

​”Pohonnya cukup besar dan posisinya menyangkut di atap, jadi pemotongan harus hati-hati agar tidak merobohkan sisa bangunan,” ujar salah satu personel di lapangan.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas bersama warga masih bergotong royong membersihkan puing-puing genting dan batang kayu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materil diperkirakan mencapai jutaan rupiah mengingat kerusakan parah pada struktur atap rumah korban.

​Pemerintah daerah mengimbau masyarakat Pangandaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, mengingat curah hujan dan intensitas angin yang masih tinggi di awal tahun 2026 ini.

error: Content is protected !!