BERITA PANGANDARAN – Destinasi wisata unggulan Jawa Barat, Pantai Pangandaran, mendadak riuh. Bukan karena lonjakan wisatawan, melainkan karena kehadiran orang nomor satu di kabupaten tersebut, Citra Pitriyami, yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik vital di kawasan pesisir, pada akhir pekan lalu.
Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan mengenai penurunan kualitas kenyamanan di area publik. Dalam pantauan di lapangan, Bupati yang mengenakan rompi dinas biru gelap itu tampak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya saat melihat kondisi beberapa kantong parkir dan area pedagang yang dinilai semrawut.
Ketegasan di Balik Rompi Biru
”Saya tidak butuh kerja yang hanya sekadar gugur kewajiban. Kebersihan dan ketertiban ini soal komitmen,” tegas Citra saat berbicara dengan sejumlah petugas di lapangan.
Ia menyoroti bagaimana tumpukan sampah di beberapa sudut pantai masih menjadi pemandangan yang mengganggu estetika. Tak hanya soal sampah, persoalan parkir liar juga menjadi sasaran empuk teguran sang Bupati.
Beberapa kendaraan roda empat terlihat memasuki area yang seharusnya steril, memicu kemacetan dan ketidakteraturan. Citra langsung menginstruksikan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk lebih memperketat pengawasan.
”Jangan biarkan ego oknum merusak kenyamanan ribuan wisatawan yang datang ke sini,” tambahnya dengan nada bicara yang tegas namun tetap persuasif.
Sentuhan Humanis kepada Pedagang
Meski tampil dengan instruksi yang keras, Citra juga terlihat melakukan pendekatan personal kepada para pedagang kaki lima. Ia menyempatkan diri berdialog, mengingatkan bahwa kebersihan lapak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan modal utama untuk menarik minat pembeli.
Bagi Citra, menjaga wajah Pangandaran adalah harga mati. Mengingat sektor pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi daerah, sedikit saja kesan negatif yang ditinggalkan wisatawan akan berdampak panjang pada pendapatan asli daerah (PAD).






