Papi Cafe & Resto resmi dibuka di rooftop Grand Palma Pangandaran. Menawarkan sensasi menyantap pizza tungku otentik dengan lanskap ganda: Pantai Barat dan Pantai Timur.
PANGANDARAN – Bagi mereka yang menganggap Pangandaran hanyalah soal debur ombak dan hamparan pasir, kehadiran Papi Cafe & Resto mungkin akan mengubah narasi itu.
Terletak di dek teratas (rooftop) Grand Palma Pangandaran by Horison Syariah, resto ini menawarkan cara baru menikmati semenanjung di ujung Jawa Barat tersebut: dari ketinggian, dengan sepotong pizza yang masih mengepulkan aroma asap kayu bakar.
Dibuka resmi untuk umum, Papi Cafe seolah ingin memutus stereotip bahwa kuliner hotel bersifat kaku. General Manager Grand Palma Pangandaran, Raden Angga Muhamad Mudzakir menyebutkan, kehadiran resto ini adalah jawaban atas kerinduan wisatawan akan tempat bersantai yang memiliki kelas namun tetap hangat.
”Kami ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang istimewa, perpaduan antara panorama alam Pangandaran yang memikat dengan sajian kuliner berkualitas tinggi,” ujar Angga.
Sentuhan Tungku di Atas Awan
Bintang utama di dapur Papi Cafe tak lain adalah deretan Pizza. Berbeda dengan gerai cepat saji, di sini pizza diolah dengan teknik tradisional. Adonan diracik manual tangan (hand-tossed), menggunakan bahan pilihan yang menjamin tekstur gurih dan elastis.
Proses pemanggangannya pun menjadi tontonan menarik. Menggunakan tungku kayu bakar dengan suhu yang terjaga, pizza seperti Margherita, Pepperoni, hingga Meat Lover keluar dengan pinggiran yang crispy dan aroma smoky yang khas, sebuah karakter yang mustahil didapat dari oven listrik.
Tak hanya pizza, menu Main Course mereka menunjukkan ambisi kuliner yang serius. Ada Wagyu Mushroom Sauce bagi pemburu protein premium, hingga Salmon de Blanc dan Ayam Taliwang Sambal Matah yang mencoba mengawinkan selera global dengan lidah lokal.
Kurasi Rasa: Dari Espresso hingga Wedhang
Urusan kerongkongan, Papi Cafe menyediakan spektrum yang luas. Bagi pencinta kafein, kategori Espresso Based dan Manual Brew (seperti V60 dan Kopi Rempah) siap menemani sore. Namun, yang mencuri perhatian adalah barisan Mocktails mereka.
Sebut saja Triple Kill atau Sunset Vibe yang dirancang untuk mendinginkan suhu pesisir yang terik. Sementara bagi mereka yang merindukan kehangatan tradisional, tersedia pilihan Wedhang seperti Wedhang Uwuh dan Jahe Susu, sebuah pilihan berani di tengah modernitas kafe rooftop.
Menatap Cagar Alam dan Dua Pantai
Keunggulan absolut dari Papi Cafe adalah posisinya. Pengunjung disuguhi pemandangan spektakuler 360 derajat:
● Sisi Barat & Timur: Panorama garis Pantai Pangandaran yang legendaris.
● Sisi Selatan: Hamparan hijau Cagar Alam, ikon konservasi kebanggaan warga lokal.
Raden Angga menambahkan, Papi Cafe sengaja didesain untuk merangkul semua kalangan, tidak hanya terbatas pada tamu hotel.
“Papi Cafe terbuka untuk umum, baik tamu lokal maupun wisatawan yang menginap. Kami sediakan area indoor dan outdoor yang nyaman bagi siapa saja yang ingin menikmati atmosfer hangat Pangandaran,” terangnya.
Informasi Kunjungan:
● Lokasi: Rooftop Grand Palma Pangandaran by Horison Syariah.
● Jam Operasional: 11.00 WIB-23.00 WIB.
● Hiburan: Live Music setiap Malam Sabtu dan Malam Minggu.
Di Papi Cafe, makan bukan sekadar urusan mengenyangkan perut. Ini adalah soal merayakan Pangandaran dari sudut pandang yang berbeda dari tempat. Di mana, langit dan laut terasa begitu dekat.






